Lampung Barat – Dampak wabah Corona Virus Diseasse 2019 (Covid-19) yang melanda salah satunya di Lampung Barat, Provinsi Lampung, roda perekonomian masyarakat melemah.

Sejumlah pedagang pasar tradisyonal Liwa, Kecamatan Balik Bukit, mengeluh akibat omset menurun drastis. Penjualan sembako tidak sebanding dengan harga jual, jumlah penjualan daging menurun 65 persen.

Dikatakan salah satu pedagang sembako, Tati, sejak virus corona melanda kebutuhan bahan manisan di pasar mulai tidak stabil, diikuti dengan jumlah permintaan menurun drastis.

Seperti gula pasir yang biasanya dapat terjual mencapai 30 kilo gram sekali pamasaran tetapi dua minggu terakhir hanya lima sampai 10 kilo yang terjual. Untuk harga tetap 18 ribu perkilo tetapi sulit terjual.

“Sekarang sepi, biasanya paling ramai pasar ya disini pasar Liwa,” jelasnya. Jumat (20/3)

Sementara itu salah satu pedagang Ikan, Yusrin, mengaku, lapak di buka dari jam 6.30 WIB hingga 11.00 WIB. Biasanya baru sampai jam 9.00 WIB sudah terjual 100 kilo gram berbagai jenis ikan.

Saat ini untuk menghabiskan 35 kilo gram ikan sampai jam 10 belum habis masih banyak sisanya. “Mungkin gara-gara virus corona ini makanya konsumen juga pada tidak kepasar,” ucapnya. (Sf)