Lampung Barat – Dampak Covid-19 yang menerpa sejak awal Maret 2020, mengakibatkan sejumlah anggaran pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) di alihkan atau recofusing untuk penanganan atau pencegahan pandemik global tersebut. Kamis (15/10/2020)

Salah satunya anggaran pembangunan Gedung Budaya, Pemkab Lampung Barat, berkelanjutan yang merupakan leading sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) molor dari penjadwalan awal.

Diungkapkan Kepala Bidan Cipta Karya, Dinas PUPR, Hermanto, direncanakan selama tiga tahap atau tiga tahun anggaran berjalan namun karena virus Covid-19 menyebabkan pembangunan terhenti sementera akibat dari anggaran di recofusing.

Dijadwalkan ihwal pembanguan gedung tersebut selesai pada tahun 2021 yang di awali pada tahun 2019 dengan menggelontarkan anggaran sebesar Rp. 5,6 Milyar lebih untuk nilai kontrak dalam pengerjaan batas struktur, pondasi dan rangka baja.

Kemudian tahun 2020 Dinas PUPR, telah menganggarkan Rp. 3,5 Milyar lebih nilai kontrak tetapi di Recofusing untuk Covid-19. Sehingga kata dia, Hermanto, pembangunan gedung budaya tersebut di tunda dan dilanjutkan tahun 2021.

Dengan renca anggaran yang akan di gelontarkan sebesar 10 Milyar untuk pengerjaan, struktur, dinding atap, lantai satu dan lantai dua.

Dari luas pembangunan Gedung Budaya sebesar 35×35 meter persegi tersebut dijadwalkan akan finis pada tahun 2022 mendatang. Sehingga pada masa akhir kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini selesai.

“Dengan estimasi anggaran keseluruhan memakan Rp. 20 Milyar lebih nantinya,” jelasnya. (safri)