TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Pelaku penvabulan terhadap bocah berusia 5 tahun akhirnya dibekuk anggota Polsek Sungkai Utara, saat bersembunyi dirumah sudaranya di desa Negeri Batin Jaya, kamis (7/5/2020) sekira pukul 16:30 Wib.
Suryana (50) warga Desa Negeri Batin Jaya Kecamatan Sungkai Barat diringkus jajaran Polsek Sungkai Selatan karena diduga kuat sebagai pelaku pencabulan terhadap Bunga (nama disamarkan), bocah berumur 5 tahun yang merupakan tetangganya sendiri.

Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Arjon Shafry mewakili Kapolres Lampura AKBP Bambang Yudho Martono, membenarkan penangkapan terhadap tersangka. Tersangka diringkus pada saat bersembunyi dikediaman saudaranya di desa Negeri Batin Jaya.


“Tersangka kita amankan tanpa ada perlawanan kemudian tersangka langsung kami amankan ke Mapolsek guna periksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek, Jum’at (8/5/2020).


Dijelaskan Kapolsek, Kronologis kejadian  terjadi pada Minggu tanggal 3 mei 2020 sekira pukul 12.00 WIB, di kediaman tersangka. Bermula saat korban datang kerumah pelaku. Lalu pelaku mengajak korban untuk masuk kedalam kamar. Korban yang tidak mengerti niat bejat tersangka menuruti ajakan pelaku.


” Dikamar itulah pelaku melakukan aksinya. Pelaku menelanjangi korban kemudian menciumi pipi dan kemaluan korban serta memasukan jari tangan pelaku kedalam kemaluan korban.” Terang Kapolsek


Mengetahui peristiwa tersebut kata Kapolsek, keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dengan bukti nomor laporan yang tertuang dalam LP/B- 51/V/2020/POLDA LPG/RES LAMUT/SEK SUNGKAI SELATAN, tentang pencabulan anak dibawah umur.


” Mendapat laporan tersebut, kita lakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil meringkus pelaku dirumah saudarany didesa Negeri Batin Jaya,” ucapnya


Selain mengamankan pelaku, kami juga mengamankan barang bukti berupa, 1 stel baju yang dikenakan korban pada saat kejadian.


“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saat ini pelaku berikut barang buktinya sudah kita amankan di Polres Lampung Utara,dan pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) dan Pasal 82 Undang Undang RI No 23/2002, tentang perubahan Undang Undang RI No 35/2014 tentang Perlindungan anak.” Pungkasnya (Iwan)