Lampung Barat – Tegas, Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus, menuturkan Covid-19 nyata adanya bukan hoax atau permainan politik belaka.

Hal itu diungkapanya dalam sambutan Launching Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APBP), Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Pekon (ADP) tahun 2021 yang dilaksanakan di Balai Rakyat, Pekon Jaga Raga, Kecamatan Sukau, Lampung Barat. Rabu (23/12/2020)

Dikatakan Parosil, pihaknya pernah bertanya terhadap orang yang pernah terkena Covid-19 seperti apa rasanya, mereka cerita seperti badan terbakar panas luar biasa.

Jadi artinya penyakit ini benar adanya, bukan hoax, bukan main-mainan, bohongan atau katakanlah sejenis permainan politik itu tidak sehingga virus ini benar adanya. Jadi selalu utamakan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun.

Sebagai pemimpin wajib hukumnya melindungi masyarakatnya karena pada akhirnya yang namnya melindungi masyarakat ini merupakan hukum tertinggi.

Menurutnya, kesejahteraan itu bagian berikutnya, jadi kalau pemimpin mau diingat dengan rakyat disaat sulit mampu tidak mengeluarkan kebijakan, “mampu tidak mengelurkan perlindungan terhadap masyarakat,” tegas Parosil dihadapan 131 Peratin dan 15 Camat Lampung Barat.

Walaupun pada dasarnya pihaknya sadar pasti ada diantara Peratin, diantara pekon ini yang mungkin dituding dengan masyarakatnya baik dengan lembaga atau apa. Ini kemana DD, kok habis, bagai mana tidak habis banyak terserap untuk bantuan langsung tunai. Sehingganya banyak program fisik yang tertunda.

Ada juga program fisik yang berjalan tetapi tidak optimal mungkin jarak tempuh 100 meter tetapi adanya pengalihan sehingga tertangani 20 meter.

Selain itu, pihaknya berharap terutama kepada Lembaga Himpunan Pemekonan (LHP), DD ini ada di tangan warga, terkait dengan sisi pemanfaatan dan tujuan dari pada dana tersebut.

Sehingga jaga keharmonisan, jaga komunikasi, jaga kordinasi dan munculkan yang namanya skala prioritas. Tidak mungkin semua pemangku itu akan terlaksana dengan anggaran yang sama.

Tetapi munculkan program pemberdayaan, terutama tahun 2021, Lampung Barat, masih berbicara masalah dampak dari Covid-19. “Intinya bagai mana memulihkan perekonomian, bagai mana memulihkan daya beli, daya ungkit ekonomi masyarakat,” ucap Pakcik sapaan akrab Parosil.

Kemudian, sekarang banyak pekon yang sudah membangun yang namanya objek wisata atau destinasi wisata yang bersumber dari DD tetapi saat ini objek tersebut terasa sepi dan terasa tidak ada manfaatnya karena dampak Covid-19.

Tetapi ditahun mendatang dengan mengedepankan protokol Kesehatan Covid-19 mudah-mudahan objek wisata yang telah di bangun akan bergairah kembali, “ekonomi kembali pulih,” tutup suami dari Partinia Parosil tersebut. (safri)