Lampung Barat – Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 660/524/III.14/2020 tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa sampah.

SE tersebut berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Kemudian, surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan direktorat jenderal pengelolaan sampah, limbah dan bahan beracun berbahaya nomor: SE.8/PSLB3/PS/PLB.0/7/2020 tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa sampah.

Lalu, peraturan Bupati Lampung Barat nomor 48 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan Bupati nomor 48 tahun 2018 kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lambar Padang Prio Utomo, mengatakan, menindaklanjuti dasar tersebut, pihaknya mengimbau dalam penyelenggaraan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 2020 masehi/ 1441 hijriyah agar memperhatikan protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 untuk meminimalkan terjadinya kerumunan dalam satu lokasi. Seperti menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan, pembersihan dan disinfeksi, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun atau Hand sanitizer dan menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk dan keluar,” ungkap Padang, Rabu (29/7/2020).

“Mengimbau Masyarakat untuk selalu menggunakan masker sejak dari rumah dan selama di area tempat pelaksanaan, serta menghindari kontak fisik seperti bersalaman, dengan menjaga jarak antar jamaah minimal satu meter,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan, pada saat pembagian daging kurban nanti untuk tidak menggunakan kantong plastik atau Masyarakat dapat membawa wadah dari rumah masing-masing.

“Alternatif yang dapat digunakan sebagai wadah daging kurban adalah dengan menggunakan daun pisang atau jati, wadah anyaman bambu (Besek), atau wadah lain yang tersedia di daerah masing-masing yang dapat digunakan ulang untuk dapat dikomposkan dan tidak menimbulkan sampah plastik,” tuturnya.

Sebagai kabupaten konservasi, maka pihaknya berharap agar imbauan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. (Sf)