TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, telah memulai Sensus Penduduk Lanjutan tahun 2020.

Disampaikan Kepala BPS setempat, Hari Nugroho, melalui Giovani Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, pada Senin (07/9/2020) pukul 14.12 Wib.

“Sensus Penduduk Lanjutan ini dilakukan pada 1-30 September, yang mana kita menurunkan 261 petugas di lapangan selama 15 hari untuk tanggal 1-15 September 2020, dengan menggunakan tata kelola baru dikarenakan Covid 19,” ungkapnya.

Adapun tata kelola baru Sensus Penduduk Lanjutan memakai ketentuan 3 Zona, lanjut dia, yang mana Zona 1 memakai sistem Kuesioner, Zona 2 memakai sistem konfirmasi dan verifikasi keberadaan penduduk sesuai data yang ada, serta Zona 3 memakai sistem wawancara tatap muka.

“Yang melakukan sistem wawancara tatap muka hanya Papua dan Papua Barat. Adapun untuk wilayah Lampung, khususnya Lampung Barat dan Pesisir memakai sistem Zona 1 atau Kuesioner. Sedangkan wilayah lainnya khususnya Tubaba, memakai sistem Zona 2, yakni petugas Sensus hanya melakukan konfirmasi ke ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS) seperti RT dan RW, untuk menanyakan kebenaran keberadaan penduduk sesuai data yang didapat dari BPS Pusat dan melakukan verifikasi, sedangkan yang melakukan Sensus Penduduk Online (SPO) tetapi ada kesalahan akan dikonfirmasi kembali kepada yang bersangkutan,” terangnya.

Sementara SPO yang telah dilakukan pada periode 15 Februari-29 Mei tahun 2020, jelas dia, hanya berhasil mengumpulkan informasi dari 51,36 juta penduduk Indonesia atau 19,05 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah penduduk ini berasal dari 13,63 juta keluarga atau 16,87 persen dari total keluarga di Indonesia.

“Kita berharap Sensus Penduduk tahun 2020 ini bisa menghasilkan data yang akuratl, karena data yang didapat nantinya akan menjadi acuan bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan kedepannya,” imbuhnya. (D/R)