TRANSLAMPUNG.COM-CIREBON-Bincang Kopi bersama Ismail Komar berlangsung di Radar Cirebon, Jumat sore (11/20). Ismail Komar bercerita secara langsung mengenai lepasnya ia dari belenggu penyakit-penyakit ‘kelas berat’ berkat kopi. Audiens pun begitu aktif bertanya. Dari sana, cara pandang orang meminum kopi perlahan bergeser.

Komar–sapaan akrab Ismail Komar– memulai cerita sekitar pukul 14.00. Audiens yang terdiri dari karyawan Radar Cirebon Group serta masyarakat umum itu tampak  menyimak dengan serius apa yang disampaikan oleh pemilik Warkop WAW yang berpusat di Bandar Lampung itu.

Sambil bercerita, tiga barista atau peracik kopi yang didatangkan langsung dari Warkop WAW Bandar Lampung mempersiapkan seduhan kopi dalam cup. Kopi-kopi itu lalu dibagikan secara gratis kepada audiens.

Mundur pada 2009, Komar memulai cerita. Kala itu, ia divonis menderita diabetes. Tapi ia tak menghiraukan. Belum terjadi gejala, kendala, dan keluhan, jadi alasan menyepelekan. “Saat itu biasa saja. Toh saya masih kuat. Tapi mungkin ini jalan ceritanya. Kalau dulu masih sehat, mungkin saya tidak akan cerita,” papar Komar.

Abainya atas indikasi gula darah tinggi, menjadi bom waktu. Perlahan kondisi tidak nyaman mulai dirasakan Komar. Tahun 2015, mantan GM Radar Lampung ini mulai sulit bangun dan berdiri. Saat itu gula darah melambung dan alat ukur sudah tidak lagi berfungsi karena tak lagi mampu mencatat.

Penyesalan akan indikator medis yang sebelumnya diabaikan mulai terasa. Perlahan penyakit tersebut mulai menjalar dan menular ke organ tubuh lain. Paru-paru, ginjal, jantung, hingga liver, menjadi ancaman. “Penyesalan itu pasti ada. Kenapa tidak sejak awal mempedulikan, sehingga baru sekarang merasakan tidak enaknya,” ujarnya.

Berjalannya waktu, seiring kondisi kesehatan yang kian menurun dan tubuh mulai kurus kering, Komar mulai berkenalan dengan kopi. Sang istrilah yang menjadi orang pertama memperkenalkan kopi. Saat itu Komar menganggap kopi hanya sebatas air berwarna keruh dengan rasa pahit. Dia belum bisa memaknai, apalagi disebut ahli. “Kebetulan istri saya penikmat kopi berat,” ucapnya.(tnn)