“Semenjak masih Kajari, Pak Arminsyah adalah sosok jaksa yang tawadhu, sangat rendah diri, dan tidak pilih-pilih dalam berteman. Beliau sangat memperhatikan Agama Islam dan peduli sesama. Saya rasa tidak hanya Kejaksaan Agung RI yang berduka, tetapi semua pondok pesantren yang pernah diperhatikan Beliau, pasti sangat kehilangan atas peristiwa ini”

ITU adalah sepenggal kalimat ucapan selamat tinggal dari Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Yatim Penghapal Al Quran Bandarlampung, Ismail Zulkarnain, untuk mengiringi kepergian Wakil Jaksa Agung RI, Dr. Arminsyah, S.H., M.Si.

Ismail Zulkarnain mengaku, dirinya bisa bersahabat karib dengan Almarhum Arminsyah, sebab almarhum adalah sosok jaksa yang tidak pernah memandang status sosial dalam berteman. Tidak pernah pilih-pilih dalam menjalin relasi.

“Belum lagi perhatian almarhum terhadap perkembangan Agama Islam dan perhatian terhadap sesama umat Muslim, luar biasa besar. Saya yakin, pasti sudah sangat banyak pondok pesantren di Indonesia ini yang dibantu dan diperhatikan oleh almarhum. Bahkan almarhum juga mendirikan ponpes di Jakarta,” ujar Ismail.

Mengetahui kabar duka yang menimpa mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung itu, Ismail Zulkarnain mengaku sangat terkejut dan terpukul. Ditambah lagi almarhum meninggal dalam kecelakaan lalulintas, semakin membuat hatinya miris.

https://translampung.com/mantan-kajati-lampung-meninggal-akibat-lakalantas-di-tol-jagorawi/

“Kami sangat kehilangan kemurahan dan kerendahan hati beliau. Dan pasti semua ponpes yang pernah dibantu atau diperhatikan beliau, merasakan kehilangan yang sama,” tandas Ismail. (ayp)