TRANSLAMPUNG.COM,BANDARLAMPUNG- Keberadaan bangunan Tower Provider di Kampung Kapal Brow RT 05.LK 1.Kelurahan Negeri Olok Gading Kecamatan Teluk Betung Barat Bandarlampung diduga tidak menghiraukan dampak yang akan terjadi kepada masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut.

Hal ini berdasarkan pantauan wartawan translampung.com bahwa  dalam pembangunan Tower Provider yang mempunyai ketinggian mencapai 42 meter  di bangun di tengah -tengah pemukiman warga Kampung Kapal Brow  ini diduga tidak memiliki kekuatan dalam stuktur bangunan sehingga akan mengancam keselamatan warga yang tinggal di lingkungan bangunan tower tersebut.

Belum lagi adanya tower tersebut akan terjadi dampak yang di timbulkan dari medan gelombang radio elektromagnetik yang dipancarkan dari menara telekomunikasi provider tersebut lataran mempunyai pengaruh terhadap status kesehatan manusia baik fisik maupun psikis bagi masyarakat yang tinggal di lokasi adanya bangun tersebut.

Meskipun pihak perusahan ini telah mengatongi izin lingkungan dari masyarakat sekitar, dengan memberikan konpensasi kepada masyarakat sebesar Rp 500 ribu bagi masyarakat yang tinggal di radius beberapa meter dari lokasi tower. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal agak jauh dari bangunan tower ini di beri konpensasi sebesar Rp 200 -300 ribu. 

“Kami di suruh tanda tangan sama pak RT untuk menyepakati adanya bangunan ini dan di beri uang sebesar Rp 500 ribu.Tapi kalau masyarakat yang tinggal agak jauh dari tower di beri Rp 200-300 ribu ,”kata salah satu warga yang enggan namanya di sebut.

Ia juga menjelaskan bahwa dirnya bersama masyarkat lainya masih khawatir adanya radiasi yang akan di timbulkan dari tower provider ini, dan masih akan mempertanyakan kepada pihak perusahan seperti apa tanggung jawab kepada masyarakat kalau terjadi apa -apa dengan mereka.

“Namanya kami masyarakat awam, dengan adanya tower ini katanya selain menimbukan radiasi akan menggangu kesehatan, selain itu juga ada dampak kepada barang eletronik kami ,jadi seperti apa nanti pertanggung jawabanya ,”ucapnya.   

Sementara  saat di konfirmasi salah satu pemborong dalam bangunan ini mengatakan bahwa dalam struktur bangun tower tersebut sudah dilakukan dengan sangat baik dan bisa di jamin kekutan dalam bangun tersebut.

“Ketinggianya memcapai 42 meter  dan kemungkinan kalau tidak ada halangan  dalam minggu -minggu bangunan ini akan rampung,”kata Nanang saat di konfirmasi, Sabtu (11/07/2020) malam.

Nanang juga menegaskan meskipun ketinggian tower itu mencapai 42 meter ia memastikan tidak akan terjadinya bencana, karna dalam struktur bangunan tower Provider tersebut di bangun mengunakan tiga kaki penyangga.

“Saya jamin tidak akan roboh, karna sudah kita bangun dengan tiga penyangga,karna kalau ketinggian tower tersebut biasanya empat menyangga, tapi kita buat tiga penyangga, jadi tidak mungkin akan roboh,”tegasnya.

Sampai berita ini di turunkan pihak perusahaan Provider   belum bisa di konfirmasi, begitu selaku ketua RT 05 Lingkungan 1 Kampung Kapal Brow Sugiono, belum bisa di hubungi meskipun wartawan trnaslampung.com telah mendatangi kedimanya namun Sugiono tidak di tempat.(ydn).