TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Menderita Hidrosefalus atau penumpukkan cairan di rongga otak sejak lahir, seorang Balita di Tiyuh (Desa) Tirta Kencana, Rk 03 Rt 10 Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Wilda Indiani (3), yang merupakan bayi kembar anak kedua pasangan Bambang Susilo (44) dan Sri Wahyuni (33), hingga saat ini kepala anaknya masih mengalami Hidrosefalus dengan membesar bagian kepala belakang, bahkan akibat penyakit yang diderita anak tersebut tiap bulan mengalami sakit panas tinggi dan kejang-kejang, sehingga harus dirawat di rumah sakit hingga berhari hari.

“Wilda sudah berumur hampir 3,5 tahun, namun kesehariannya hanya bisa terbaring di kasur lantaran belum bisa jalan sementara adik kembarnya normal dan tumbuh dengan baik. Memang dia sudah kami bawa operasi kepala dan tulang punggungnya (mokel) tetapi belum juga sembuh,” terang Bambang Susilo, pada Senin (24/02/2020) pukul 14.00 Wib.

Pada bulan lalu, lanjutnya, keluarganya berusaha membawa Wilda ke RSUD Menggala untuk melakukan Scanning menyeluruh kepala Wilda, dan fisioterapi lantaran hingga berumur 3 tahun belum bisa berjalan.

“Setiap ke rumah sakit untuk kontrol tiap bulannya kami bawa pakai motor, Kami selama ini dalam mengobatinya mengandalkan BPJS mandiri, Kami sudah mencoba mengurus agar bisa mendapatkan BPJS dari pemerintah daerah sejak 2019, namun hingga saat ini belum juga keluar. Sebenernya untuk mengobati Wilda kami sudah tidak mampu, tapi harus bagaimana namanya juga anak, sedangkan keseharian kami hanya sebagai buruh sadap yang hanya cukup untuk menghidupi keluarga dengan tiga anak,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah baik pelayanan kesehatan melalui BPJS, maupun kendaraan ambulan jika Wilda mengalami sakit keras yang harus ditangani oleh dokter di rumah sakit.

Sementara itu, dikatakan Kepalo Tiyuh Tirta Kencana Samidi, membenarkan terkait warganya yang mengalami penyakit hidrosefalus tersebut, dirinya mengatakan saat ini tengah mengupayakan agar keluarga Wilda bisa mendapatkan BPJS yang dijamin oleh pemerintah daerah setempat.

“Kami sedang upaya agar BPJS nya tidak mandiri lagi, sebab kasihan setiap bulan harus mengurus anak tersebut kontrol di rumah sakit, sementara dia juga tiap bulan harus membayar iuran BPJS nya,” imbuhnya. (D/R)