Translampung.com – Tidur siang apalagi di tengah wabah corona ini, mungkin menjadi salah satu aktifitas yang tak terhindarkan di tengah wabah corona ini.
Namun aktifitas yang satu ini, perlu diketahui, bukanlah tanpa risiko, dan risiko yang dimaksud adalah risiko gangguan jantung dan diabetes di kemudian hari.
Menurut temuan yang diungkap pada American College of Cardiology’s (ACC) Annual Scientific Session, melibatkan data dari 21 studi berbeda, ditemukan bahwa mereka yang tidur siang lebih dari1 jam lamanya, punya risiko mengalami dua jenis kondisi di atas di kemudian harinya.
Akan tetapi, menurut studi itu, pada mereka yang berpotensi, menunjukan ciri khusus yang tidak disadari kebanyakan orang.
Dan ciri khusus yang dimaksud para peneliti studi ini, adalah gejala kelelahan yang tidak ditunjukan mereka yang tanpa risiko, dengan probabilitas 50 persen, bisa iya atau tidak, terkena kondisi yang dimaksud di hari kemudian. Kombinasi antara tidur siang yang terlalu lama, dengan tingkat kelelahan yang justru timbul dari tidur siang itu sendiri, menurut para peneliti, yang kemudian berkontribusi pada sindrom metabolik. Demikian dikutip dari fin.co.id.
Gabungan antara tidur siang yang lama dan tingkat kelelahan di siang hari juga menambah resiko terbentuknya sindrom metabolik, dan meningkatkan risiko terkena gangguan jantung hingga 50 persen. Sebab itulah mengapa, menurut pakar bernama Peter Farrehi, M.D., asprof dari University of Michigan, menekankan tentang pentingnya tidur 7 jam setiap malam.(ruf/fin)