Oleh Aqua Dwipayana

Kebaikan itu menular. Untuk itu konsistenlah melakukannya. Yakinlah orang yang merasakannya baik langsung maupun tidak akan meneladaninya. Kemudian melaksanakan hal srupa sehingga dari waktu ke waktu semakin banyak yang berbuat baik.

Di sisi lain orang yang melakukan kebaikan akan merasa bahagia. Terutama saat melihat banyak orang mencontohnya.

Orang itu akan menjadi ketagihan. Terus menerus berbuat baik sehingga dari waktu ke waktu makin banyak orang yang ketularan melakukan hal yang sama pada sesama.

Untuk berbuat baik tidak perlu melihat skalanya: kecil, sedang, dan besar. Paling utama adalah niat melakukannya. Ikhlas dan sepenuhnya karena TUHAN, bukan yang lainnya.

Dengan hati yang bersih dan niat yang baik, awali dengan mensyiarkan kebaikan yang sudah dan sedang dilakukan. Bisa langsung melakukannya atau melalui berbagai sarana termasuk media sosial.

Nyinyir karena Iri

Jangan kaget kalau ada satu dua orang yang nyinyir. Menanggapi dengan nada sinis, miring, dan negatif.

Cuekin saja. Ibarat anjing menggonggong kafilah berlalu. Tidak usah ditanggapi sama sekali.

Mereka yang nyinyir itu biasanya karena iri. Ingin berbuat serupa namun tidak mampu. Bisanya hanya memberikan komentar negatif.

Jangan buang-buang energi dengan menanggapi mereka. Meski tanggapan itu yang mereka harapkan dan nantikan.

Terbaik adalah mendoakan mereka agar TUHAN ‘membuka’ hati dan pikiran mereka. Menyadarkan bahwa sikap tersebut keliru serta kembali ke jalan yang benar dan lurus.

Jangan pernah memusuhi mereka. Tetaplah bersahabat dengan mereka. Meski tetap harus waspada, hati-hati, dan mawas diri.

Contoh Nyata Tidak Sekedar Retorika

Yakinlah dengan konsisten mensyiarkan kebaikan yang niat sepenuhnya karena TUHAN, makin banyak yang ikut. Meneladani yang telah dilakukannya.

Itu sebagai bukti nyata bahwa kebaikan itu menular. Banyak orang yang senang melihat contoh nyata. Tidak sekedar retorika.

Mereka yang mencontohnya tentu akan menularkan kebaikan itu kepada banyak orang. Begitu seterusnya.

Kesimpulannya sekecil apapun kebaikan yang dilakukan jangan ragu untuk mensyiarkannya. Jika ada orang yang nyinyir, biarkan saja. Jangan buang energi untuk menanggapinya.

Selain mengasihani orang-orang yang nyinyir itu, perlu mendoakan agar mereka segera bertobat. Jangan sampai waktunya disia-siakan hanya untuk mencampuri urusan orang lain yang tutur kata dan perilakunya belum tentu lebih baik dari dirinya.

Semoga kita dapat terus konsisten berbuat baik pada sesama dan menularkannya pada banyak orang. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Saat sedang santai di Bogor menikmati akhir pekan bersama keluarga, saya ucapkan selamat berusaha secara konsisten mensyiarkan kebaikan. Salam hormat buat keluarga. 10.30 26122020😃<<<