TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Banyak nya permintaan masyarakat terhadap Gas Elpiji 3 Kg menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, PT Pertamina tambah Pasokan tabung Gas di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung.

Dikatakan Budi, selaku Marketing Lapangan PT Pertamina di Tubaba, bahwa memang tidak dapat dipungkiri setiap menjelang hari-hari besar permintaan tabung Gas Elpiji selalu meningkat, karena penggunaan masyarakat lebih banyak dari biasanya.

“Saya sudah melaporkan ke atasan terkait kekurangan pasokan Elpiji 3 Kg di Tubaba menjelang Lebaran ini, dan alhamdulillah sudah ditindaklanjuti dengan memberikan tambahan, tetapi secara bertahap, yang mana tahap pertama kemaren ada 1.800 Tabung, dan Tahap 2 ada 3.800 Tabung, sehingga total ada 5.600 tabung yang sudah dikirim. Dan akan ada lagi tahap ke 3 yang direncanakan segera disalurkan pula,” terangnya kepada translampung.com, Selasa (19/5/2020) pukul 12.40 Wib.

Selain itu, jelasnya, untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut juga, diharapkan kerjasama masyarakat, agar bagi masyarakat khususnya seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), jangan menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, karena itu diperuntukan untuk masyarakat menengah kebawah.

Sementara itu, Joko Susilo, pemilik salah satu pangkalan Elpiji di Kelurahan Panaragan Jaya, mengungkapkan banyaknya pembelian masyarakat menjelang hari-hari besar.

“Setiap 3 hari biasanya agen mengantar 70 tabung, sekarang bahkan sampai 90 tabung, dan itupun langsung habis karena banyak permintaan. Untuk penambahan sudah diusulkan untuk menambah stok tabung Elpiji agar tidak terjadi kelangkaan. Kalau harga masih normal Rp 18 Ribu dari kami, tetapi di warung terutama yang daerahnya jauh bisa mencapai Rp 25 Ribu jika langka,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tubaba, menghimbau kepada masyarakat, agar pengguna Elpiji 3 Kg yang merupakan Subsidi Pemerintah ini bisa tepat sasaran.

“Jika ada masyarakat yang memiliki Ekonomi berkecukupan, apalagi dia seorang ASN, jangan mengambil hak rakyat kecil. Karena sesuai ketentuan bahwa rumah tangga dan usaha yang tergolong menengah ke atas tidak lagi diperbolehkan menggunakan elpiji bersubsidi. Jika terjadi demikian, maka masyarakat boleh melaporkan kepada kita atau Pemerintah, bahwa penggunaan Elpiji 3 Kg masih ada yang di salah gunakan, sehingga akan kita berikan tindakan,” tegas Kepala Diskoperindag Tubaba Khairul Amri. (D/R)