Anggota DPRD Lampung Barat asal PKS Nopiyadi, S. I. P mendesak Pemerintah Lampung Barat, untuk segera membentuk desa tanggap virus corona (COVID-19) agar maksimal mencegah paparan virus mematikan di masyarakat.

Hal ini juga sesuai dengan implementasi Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Dan Transmigrasi Republik Indonesia yang mengintruksikan agar setiap desa atau pekon membentuk desa tanggap COVID-19 dan penegasan padat karya tunai desa.

“Upaya pencegahan penyebaran wabah corona ini harus melibatkan semua konponen masyarakat terutama masyarakat di tingkat Pekon atau Kelurahan di Lampung Barat. Saya berharap Pemerintah Lampung Barat segera menyikapi persoalan ini,” kata Nopiyadi yang juga Menjabat Sekretaris PKS Lampung Barat

Agar persoalan ini segera direaliasikan , ia juga meminta Pemerintah Lampung Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon untuk segera memfasilitasi pembentukan desa tanggap COVID -19 di seluruh Lampung Barat.

Sehingga nantinya masyarakat akan terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan wabah ini.

Pembentukan desa tanggap COVID-19 tersebut, kata Nopi ketua Fraksi PKS Bersatu ini, sebagai upaya untuk pencegahan dan penanganan terhadap virus corona yang wabahnya perlahan-lahan mulai merambah Lampung Barat yang dikhawatirkan hingga ke desa atau Pekon.

“Jika kita perhatikan dalam surat edaran Kementerian Desa Republik Indonesia, Desa yang harus dilakukan adalah membentuk relawan desa untuk COVID-19,” katanya menambahkan.

Lalu, kata dia, melakukan pencegahan setelah mengenali gejalanya, yang ketiga menangani ketika ditemukan kasus di desa, serta yang keempat mengantisipasi secara terus menerus dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Jika ikhtiar sudah maksimal, semua potensi masyarakat sudah begerak dan bergotong royong , insya Allah musibah Corona ini akan jauh dari bumi beguai jejama,” tutup Nopiyadi. (Sf)