Catatan Ringan
@Heri Andrian

Masya Allah …
Ini respon spontan saya ketika menerima bukti transfer 100 juta dari seorang sahabat lama.

Kaget …seolah tak percaya saya baca sekali lagi bukti transfer itu, ditransfer via bank BSI ex Mandiri Syariah jam 09.51.
Bang udah aku transfer 100 juta begitu tulisan dibawah bukti transfer tersebut.

“Besar sekali pa, salah ketik kali nolnya pa” demikian canda dan reaksi spontan istri dan anak saya yang ikut senang mendengar kabar ada infaq 100 juta itu. Memang istri saya pernah salah ketik ketika mau transfer infaq 500 ribu terketik 5 juta, lebih nol satu dan saat itu juga kami ikhlas serta yakin sekali Allah lah yang menggerakan tangan itu.

Tapi ini beda ma seru saya. Ini transfernya manual dari bank, ada form bukti transfernya. Setelah kami pastikan bersama ternyata benar 100 juta. Segera saya ambil HP dan langsung kontak sahabat yang mengirimkan uang tersebut untuk mengucapkan ribuan terimakasih, sempat diangkat sebentar dan beliau bilang akan telpon setelah habis meeting.

Sahabat saya sang pengusaha sukses itu memang seminggu yang lalu sempat menelpon sekedar untuk bertegur sapa karena sudah lama sekali kami tidak pernah berjumpa karena pandemi ini.

Kemarin pagi Selasa 13 Juli 2021 saya kirimkan dua tulisan berseri “Mengejar Takdir Baiturohim” dan “99 Juta 9 Hari” ke wa nya sahabat lama itu …bismillah moga moga dibaca bisik saya dalam hati. Awalnya saya ragu untuk mengirimkan dua tulisan ini, kuatir ndak dibaca mengingat kesibukan beliau apalagi nomor wa ini baru dan pasti nggak dikenal karena berbeda dengan nomor HP yang lama. Saya kuatkan hati … khan ini bagian dari ikhtiar sesuai dengan komitmen pribadi akan ikhtiar setiap pagi kejar target donasi …he..he ..he

Tiga setengah jam kemudian HP saya berdering, terlihat di layar HP nama Mbak Titis sang pengusaha sukses yang pagi tadi transfer uang 100 juta itu.

Mbak Titis lalu bercerita bahwa kemarin malam sempat membaca wa saya walaupun beliau tidak kenal nomor pengirimnya.
Alhamdulillah dua tulisan yang saya kirimkan dibaca dengan seksama. Kemudian setelah sholat tahajud malam itu mbak Titis putuskan akan infaq 100 juta. Rabu 14 Juli 2021 jam 09.51 pagi uang 100 juta masuk ke rekening TTF Baiturrahim.* Sedemikian cepat prosesnya, hanya dalam hitungan jam Allah takdirkan kejadian itu. Masya Allah ….Ajib 100 juta hanya dalam hitungan jam.

Mbak Titis melanjutkan ceritanya bahwa beliau baru saja kehilangan dua sahabat yang wafat karena covid 19 dalam seminggu terakhir ini.
Untuk apa harta banyak ini bang kalo kurang bermanfaat ujarnya. Semua manusia akan mati, harta pasti ditinggal bang tambah mbak Titis.

“Ini takdir Allah bang” demikian ucap mbak Titis ketika saya singgung infaq 100 juta tadi pagi.
Sambil bercanda beliau bilang nggak tahu dimana posisi mesjid New Baiturrahim Korpri itu. Korpri itu dimana akupun tak tahu bang, Allah lah yang menggerakan dan membuat takdir manusia tambah mbak Titis. Masya Allah …

Saya yakin ini bukan 100 juta pertama yang disumbangkan mbak Titis. Pasti banyak mesjid dan pondok pesantren yang sudah dibantu keluarga mereka. Baru saja mbak Titis mengirimkan bantuan satu mobil ambulance ke kampung papanya di Sumatera Barat. Mereka juga baru saja selesai membangun pondok pesantren moderen di kota Metro.
Keluarga ini memang dikenal dermawan. Tak heran kalo bisnis mereka semakin besar dan jaya. Ditengah PPKM darurat ini saja bisnis mereka masih tumbuh dengan sangat baik.

Saya terakhir kali berkunjung ke rumah mbak Titis di Metro sekitar 2 tahun yang lalu. Sempat diajak lihat tempat usaha dan pabriknya yang besar. Puluhan mobil truk terlihat sibuk mondar mandir di gudang mereka yang sangat besar. Saya ditemani seorang pengusaha Metro yang kenal dekat dengan keluarga mbak Titis. Kami sempat ngopi dan ngobrol di kantor beliau. Setelah itu sempat beberapa kali bertemu karena urusan mobil di kantor Auto 2000 dimana dulu saya bekerja. Lama tak bertemu mbak Titis sampe tiba tiba beliau menelpon seminggu yang lalu. Dan hari ini baru komunikasi kembali karena infaq 100 juta itu.

Ajib …
Saya tidak pernah menyangka sepasang tulisan saya itu akan berbuah 100 juta. Butuh 1.000 orang jika infaq nya rata rata 100 ribu per orang. Awalnya saya hanya berharap jika ada yang mau membaca tulisan saya itu dan berbuah 100 ribu per orang pun sudah sangat senang dan bahagia. Kembali terbukti nasehat sahabat saya Hi. Sabilil Fikri Ketua Takmir mesjid Ad-Du’a Way Halim : Akan datang pertolongan Allah dari seluruh penjuru bumi untuk niat yang baik, apalagi niat untuk membangun rumah Allah.

Tampaknya tugas perdana TTF Baiturohim ini akan selesai lebih cepat dari waktu yang diberikan. Target 250 juta itu sudah kian dekat. Dalam waktu 15 hari saja sudah terkumpul dana lebih dari 200 juta, bukti trust & support semakin membesar dari jama’ah dan ummat Islam. Insya Allah tugas ini akan selesai dalam waktu 1 bulan, padahal TTF diberi waktu 6 bulan untuk tugas perdana ini.

Jika mbak Titis yang jauh di Metro dan tidak pernah melihat mesjid Baiturohim Korpri ini saja tergerak dan sudah membantu 100 juta, kita berdoa dan berharap semoga jama’ah Baiturohim dan ummat Islam juga tergerak hatinya untuk membantu pembangunan New Baiturohim ini.

Wallahualam Bissawab …

Jakarta, 15 Juli 2021
@ Heri Andrian
Praktisi Bisnis
Anggota TTF Baiturohim
Founder Yayasan Damarian
President IMA
Bandar Lampung

Note :
Ajib = menakjubkan (bahasa Arab).
Bagi pembaca yang tergerak hatinya dan berkenan memberikan donasi silahkan transfer ke :
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No rek : 7771222999
a/n TTF Pembangunan Baiturrahim