BERSIHKAN MATERIAL BANJIR: Ekskavator mini tampak sedang membersihkan material yang terbawa banjir bandang dan tanah longsor di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Jumat (10/1) siang.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, akhirnya memberikan keterangan sementara terkait jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Semaka pada Kamis (9/1).

Dari hasil pendataan BPBD Tanggamus, diketahui ada 12 pekon di Kecamatan Semaka yang terdampak banjir dari luapan Way Semaka. Jumlah itu dibenarkan Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus, Adi Nugroho, Jumat (10/1) malam.

“Jumlah keseluruhan, terdapat 483 rumah rusak ringan, 187 rumah rusak sedang, dan 18 rumah rusak berat. Jumlah itu tersebar di 12 pekon di Kecamatan Semaka. Kondisi terparah di Pekon Sedayu, Way Kerap, dan Pardawaras. Sampai sejauh ini kami belum menerima adanya korban jiwa dan semoga tidak ada (korban jiwa),” beber Adi Nugroho.

Pun demikian, dia mengakui, data tersebut belum final. Sebab sampai Jumat petang, tim BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan pendataan kepada para korban banjir.

Selanjutnya Adi Nugroho menerangkan, BPBD Tanggamus telah mendirikan posko di Pekon Pardawaras dan Pemda Tanggamus telah menurunkan alat berat.

“Pemda telah menurunkan dua unit ekskavator mini, satu unit ekskavator besar, dan satu unit buldoser untuk pembuangan material banjir,” tandas Adi Nugroho melalui sambungan telepon. (ayp)