METRO – Sebanyak 150 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro akan mendapatkan pembebasan melalui peraturan Asimilasi dan Integrasi yang dikeluarkan Kementrian Hukum dan HAM.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kementrian Hukum dan HAM nomor 10 tahun 2020 dan Surat Keputusan Menteri Kementrian Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK.01.04 tahun 2020. Tentang Pengeluaran Dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Metro Ade Kusmanto mengatakan didalam peraturan tersebut ada beberapa kriteria warga binaan yang dibebaskan melalui program ini. Dan untuk Lapas Metro telah membebaskan 30 orang WBP mulai Kamis (02/04) pukul 18.00 WIB.

“Syarat yang harus dipenuhi bagi narapidana dan anak untuk dapat keluar melalui asimilasi, telah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020 bagi narapidana. Kemudian untuk narapidana anak telah menjalani 1/2 masa pidana Desember 2020,” jelas Ade Kusmanto, Kamis (02/04).

Setelah bebas melalui program Asimilasi yang akan dilaksanakan di rumah dan telah diterbitkan oleh Kalapas Metro. WBP wajib mengikuti semua peraturan dan ketentuan selama program itu berlangsung.

“WBP yang mendapatkan program Asimilasi di rumah tetap dipantau oleh Bapas dan Kepolisian. Jika ada yang melanggar ketentuannya bahkan melakukan kejahatan kembali. Maka keputusan itu bisa dicabut dan yang bersangkutan kembali menjalani sisa masa tahanan ditambah masa tahanan baru,” tambah Ade.

Sementara, untuk syarat bebas melalui program Integrasi atau pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas. WBP telah menjalani 2/3 masa pidana bagi narapidana dan telah menjalani 1/2 masa pidana bagi narapidana anak.

“Keputusan ini diambil Kemkumham karena tingkat resiko penularan dan penyebaran Virus Corona di lapas. Mudah-mudahan WBP yang mendapatkan kebebasan ini dapat bersyukur dan memanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, rasa haru dan bahagia pun terlihat dari keluarga dan WBP setelah dinyatakan bebas melalui program ini. Seperti yang dirasakan Tata (23) yang sedang menunggu sang suami Ridho Pangestu (24) di luar gedung Lapas Metro.

“Enggak tahu kalau hari bebas. Kurang beberapa bulan lagi sebenarnya. Alhamdulillah, seneng banget mas,” kata Tata.

Tak berapa lama menunggu, sang suami yang terlibat kasus narkoba ini keluar dari pintu utama Lapas Metro. Kesediaan bercampur dengan kebahagiaan tercermin dari wajahnya.

“Saya ucapan terimakasih kepada semuanya, Bapak Kalapas, Kplp dan seluruh petugas Lapas Metro. Saya akan mengikuti semua peraturan dari program ini,” tambah Ridho. (Yoyo)

Berikut isi Ketentuan Keputusan Peraturan Menteri Kementrian Hukum dan HAM terkait wabah Covid-19. Berikut aturannya:

  1. Narapidana yang telah menjalani 2/3 masa pidana.
  2. Anak yang telah menjalani 1/2 masa pidana.
  3. Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012, yang tidak sedang menjalani subsidaer dan bukan warga negara asing.
  4. Usul dilakukan melalui sistem database pemasyarakatan.
  5. Surat keputusan integrasi diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.