Lampung Barat – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) perediksi jumlah produksi panen raya kopi di Lampung Barat tahun 2020 akan mengalami peningkatan, lalu bagai mana dengan harga kopi. Rabu (8/1).

Ditahun 2019 yang lalu harga kopi sempat menurun drastis dibandingkan dengan tahun yang sudah-sudah juga diikuti dengan jumlah penen raya yang menurun namun sebagain petani berasumsi jika menurunnya harga kopi, kualitas kopi kurang mendukung sehingga mempengaruhi nilai pasar global.

Lalu menurunnya jumlah produksi kopi disebabkan dengan iklim yang berubah-ubah tidak pasti yang menerpa Lampung Barat tahun lalu. Sehingga cukup dirasakan masyarakat akibat hal tersebut.

Menurut Kadis Disbunak Lampung Barat, Agustanto Basmar, menuturkan, turunnya harga kopi dipengaruhi oleh mekanisme pasar kopi global sehingga tidak mungkin Pemkab mempengaruhi harga pasar global.

Namun Pemkab tetap berupaya bagai mana meningkatkan kesejahteraan petani bukan hanya melalui mekanisme harga kopi tetapi meningkatkan produksi dan kualitas kopi juga kata dia, bagai mana meningkatkan pendapatan inkam petani melalui tanaman tumpang sari.

“Sehingga tidak berpatokan pada harga saja namun mutu juga harus kita diutamakan,” harap dia. (Safri)