. . .

Workshop Kopi bersama Koh Sandi dari Bengkel Kopi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Ada istilah ‘nyawanya belum kumpul kalau belum ngopi’. Istilah itu bukan mitos, kopi mengandung cafein yang bisa membuat orang lebih fresh dan semangat beraktifitas jika menikmati secangkir kopi di pagi hari.

Bersama Koh Sandi, owner dari Bengkel Kopi Bandar Lampung, peserta Workshop Kopi yang diadakan di Soto Mbah Rif Yosorejo, Metro Timur berlangsung antusias.

Bagi Koh Sandi, cara menikmati kopi yang benar dengan takaran yang pas yang ditularkan ke peserta workshop. Workshop yang diikuti dari kalangan anak muda sampai ibu rumah tangga ini berlangsung santai namun serius.

Membedah perihal kopi yang orang Lampung pasti sudah pernah meminumnya. Owner Soto Mbah Rif, Gatot Subroto mengatakan, ini adalah acara training tentang edukasi kopi.

“Sejarahnya masuk ke Indonesia. Jenis-jenis kopi, bagaimana cara membuat atau meracik kopi yang baik dan benar. Yang enak sampai bisa membedakan berbagai jenis kopi,” kata Gatot.

Menurut Gatot, peserta diberikan pengetahuan tentang mempelajari ilmu dasar tentang kopi. “Bagaimana cara ngopi yang benar, bagaimana masyarakat kopi pakai gula, sudah campuran. Bagaimana kopi yang sehat,” kata Gatot.

Gatot menambahkan, tujuan dari seminar ini membuat kopi yang enak. Di tempat yang sama Koh Sandi selaku trainer mengatakan intinya adalah kopi yang baik dan sehat seperti apa. Ada beberapa kasus diabetes yang harusnya suntik insulin, ini enggak yang penting jangan berlebihan disembuhkan dengan kopi.

“Yang jelas masyarakat, untuk lebih mengenal kopi yang sehat. Minimal mengenalkan kopi, dengan temen-temen makin banyak. Bisa menjual, rasa seperti apa kita gak tahu orang kan bingung. Ya sukur sukur, untuk membuka kedai kopi,” katanya, Sabtu (27/10/2018).

Koh Sandi mengatakan, sengaja datang ke Metro karena yang ngundang orang Metro. “Kedua, selain Bandar Lampung, kota besar perkembangannya Metro dan Pringsewu. Bisa memberikan edukasi ngopi yang baik ke temen temen ke lingkungan. Jadi intinya kita ngadain kelas ini untuk mengedukasi orang untuk ngopi yang baik,” katnya.

Menurut Koh Sandi. Kopi itu yang baik fresh grain yang baru digiling, kenapa peserta pelatihan kita kasih grinder supaya mereka bisa belajar.

“Semoga di Metro terwujud budaya ngopi yang baik. Kemudian dari hanya grup WA kolaborasi dengan kelas berikutnya jadi komunitas ngopi yang baik. Menularkan kebahagiaan ngopi itu happy,” tuntas Koh Sandi. (suf)