. . .

Wiranto Harap Tak Ada Desakan ke Pemerintah

image_print

Terkait Anjloknya Rupiah

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terpuruk. Rupiah kini menyentuh angka Rp 14.937,55 per 1 USD pada 5 September 2018 pukul 21.02 Wib. Terpuruknya nilai tukar rupiah ini ditanggapi santai oleh Menpolhukam Wiranto. Menurut Wiranto, rakyat tak perlu mendesak Pemerintah terkait melemahnya rupiah terhadap USD. Pasalnya, Pemerintah sudah mengetahui tugasnya dalam mengatasi masalah tersebut.

“Pemerintah nggak usah didesak. Pemerintah kan sudah tahu apa yang akan dihadapi, dan tahu apa yang seharusnya dilakukan,” kata Wiranto kepada awak media di Gedung Nusantara II DPR-RI, Rabu (5/8).

Dikatakan Wiranto, Pemerintah terus membahas masalah teraktual saat ini dalam sidang kabinet terbatas bidang ekonomi. Bahkan, masalah-masalah ekonomi menjadi pembahasan utama dalam sidang terbatas itu.

“Setiap saya mengikuti sidang kabinet terbatas bidang ekonomi, selalu memikirkan bagaimana kemampuan ekonomi kita mampu mengatasi berbagai masalah-masalah ekonomi dalam negeri,” ujarnya.

Diakui Wiranto, pengaruh ekonomi global menjadi masalah tersendiri, dan berpengaruh pada pelemahan ekonomi di bangsa ini. “Walaupun kita tidak bisa pungkiri pengaruh ekonomi global, tentunya Pemerintah selalu ingin mengatasi berbagai macam masalah yang diakibatkan pengaruh ekonomi global itu,” jelas Wiranto.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku prihatin dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap USD yang terus melemah. Rupiah terpuruk mendekati Rp 15.000 per 1 USD. Menurut Syarief Hasan, jika kondisi ini terus belanjut ke depan, maka bangsa Indonesia akan mengalami krisis parah terhadap ekonomi. “Sangat prihatin, dan kalau ini berkelanjutan akan terjadi lagi krisis yang parah terhadap ekonomi kita,” kata Syarief Hasan kepada wartawan, Rabu (5/9).

Dikatakan Anggota Komisi I DPR-RI itu, terpuruknya nilai tukar rupiah itu akan berpengaruh besar pada daya beli rakyat dan inflasi semakin tinggi. “Kalau itu terjadi dapat dipastikan daya beli rakyat semakin tergerus, inflasi semakin tinggi dan harga-harga semakin melonjak,” jelasnya. Untuk mengatasi masalah ini, rakyat diminta untuk menjual uang dolar agar nilai tukar rupiah bisa terkendalikan. “Saya gak punya Dollar,” ujarnya.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat per, Rabu 5 September 2018 berada pada angka Rp 14,914.00 per satu dolar Amerima Serikat berdasarkan data Bank Indonesia (BI). (RBA/FIN/tnn)