. . .

Waspada Nomor Telepon Palsu di Mesin ATM

image_print

TRANSLAMPUNG.COM,  JAKARTA – Polda Metro Jaya membongkar kasus pencurian uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus baru. Tiga pelaku berhasil diamankan yakni, Zainal Arifin (43), Darlan (40) dan Lilis Seprica (31).

Dalam melancarkan aksinya para pelaku yang berjumlah tiga orang menempelkan nomor telepon palsu pada mesin ATM. Nomor tersebut seolah-olah call center bank.

“Pelaku ditangkap pada dua dan tiga Oktober lalu di dua tempat berbeda yakni di kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat dan Mall Arion, Rawamangun, Jakarta Timur,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes)  Polisi Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (6/11).

Argo menjelaskan, dalam aksinya tersangka memasang jebakan di mulut mesin ATM menggunakan biji plastik yang sudah dimodifikasi sehingga menahan kartu yang akan dimasukkan korban. Tak lupa, mereka juga menempelkan nomor call center palsu di sana.

“Ketika korban datang ke mesin ATM dan memasukkan kartu ATM-nya ke mulut mesin, maka kartunya terganjal dan tidak bisa digunakan mapun dikeluarkan. Korban kemudian menghubungi nomor call center palsu yang ditempel pelaku, dan melaporkan kartu ATM-nya tersangkut di mulut mesin ATM dan mau memblokir kartunya,” ujar Argo.

Tersangka yang berpura-pura sebagai call center palsu dari suatu bank pun, lanjut Argo lantas meminta data dari kartu tersebut beserta PIN ATM-nya untuk konformasi. Setelah korban merasa sudah melapor ke call center bank, korban pun meninggalkan lokasi dan dua pelaku lain yang berperan sebagai esekutor datang untuk menguras uang dalam kartu ATM korbannya.

Sebelumnya, mereka terlebih dulu mengambil kartu yang tersangkut menggunakan obeng. Kemudian mereka mengambil uang dari dalam kartu ATM- korbannya dengan minta bantuan satu temannya yang jadi call center palsu untuk memberitahukan nomor pin kartu ATM korban.

“Mengambil uang yang ada di ATM korban dengan transfer ke rekening penampung dan juga dengan tarik tunai,” katanya.

Dalam kasus ini, polisi pun menyita beberapa barang bukti. “Zainal Arifin berperan pasang biji plastik, menempel nomor call center palsu di mesin ATM dan tarik rekening korban. Darlan berperan sebagai tukang gambar melihat situasi lokasi. Sedangkan Lilis berperan pura-pura sebagai call center dari bank,” tutupnya.(AF/FIN/tnn)