. . .

Warkop WAW, Ungkapan Terima Kasih

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Doa saya saat saya dioperasi adalah agar diberikan napas. Dengan napas itu saya akan memberikan yang terbaik dalam hidup saya kepada orang lain. Saya tidak akan iri dengan keberhasilan orang lain. Saya berjanji membuang jauh jauh rasa dengki. Pokoknya saya hanya ingin hidup dan itu berguna untuk orang lain.

Saya akan mendarmabaktikan ilmu yang saya miliki untuk temen temen. Berbagi pengetahuan tentang kopi yang sudah membantu kehidupan saya. Lebih banyak soal kearifan lokal. Coba dari dulu saya suka kopi apalagi kopi lampung. Tentu tidak banyak hal hal lain yang saya alami. Ah. Untung cepat kembali ke laptop. Saya percaya ini jalan yang di atas untuk menyadarkan saya.

Saya utarakan ke nyonya untuk membuat warung kopi. Niat saya Cuma ingin berbagi testimoni. Bagaimana menikmati kopi dengan sehat berdasarkan pengalaman saya. Senang bisa melihat orang bisa menikmati kopi tanpa gula. Ah terima kasih ya Allah kau telah memberiku kesempatan kedua untuk berbuat lebih baik dengan kopi.
Istri saya luar biasa mendukung. Dia yang merepotkan diri dengan menyiapkan semuanya. Yang penting kata dia saya sehat dan senang dia ikut senang. Hehehhe mak jleb. Nyesel dulu saya sempat bilang ke dia mau menikah lagi. Dan luar biasanya dia mengijinkan. Karena dia mengijinkan maka saya mengurungkan niat itu. Karena sejak kami berpacaran saat sama sama di Gadjahmada dulu keterbukaan selalu saya kedepankan. Dan dia rasanya lebih bijak deh. Hehehhe.

Mulailah saya dan istri dibantu ayah saya membuka warkop bertitel WAW. Ayah saya juga sangat sibuk membantu. Dengan semangatnya yang luar biasa saya merasa terlecut. Betapa begitu besar perhatian mereka ke saya. Hari ke hari warkop itu semakin ramai dan terus ramai. Saya bersyukur karena saya bisa terus berbicara soal kopi. Saya banyak teman baru yang betul betul cinta kopi. Yah itulah cinta kopi yang membuat saya membuat Warkop WAW. (ikomar)

 

error: Content is protected !!