. . .

Warga Waydadi Tolak Sertifikasi Lapangan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Ratusan warga dari 47 RT menolak sertifikat lapangan Way Dadi yang nantinya dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Sekretaris lapangan aksi Subhan saat ditemui dilapangan  Way Dadi, Selasa (4/9) mengatakan bahwa warga Way Dadi sangat tak setuju jika lapangan ini disertifikatkan oleh pemkot.

Warga yang berdemo ini terdiri dari gabungan warga Kelurahan Way Dadi, Way Dadi Baru, Way Dadi Induk dan Korpri Jaya.

“Kita sangat menolak adanya sertifikat lapangan yang akan dilakukan pemkot ini. Kami takut pemkot ini mengalihkan fungsinya yang telah terjadi seperti pasar Griya Sukarame,” katanya

Kabag Ops Polresta Bandarlampung Kompol Ujang Supriyanto mengatakan bahwa untuk mengamankan aksi Way Dadi ini ada 265 Polisi yang dikerahkan untuk halau massa.

“Aksi mereka ini damai dan tak ada anarkis, saat ini saja kami mengawal mereka dari lapangan Way Dadi hingga ke kampus UIN ini,” kata Kabag Ops Polresta Bandarlampung Ujang Supriyanto.

Massa sangat ramai dan mereka ini berjalan kaki dari lapangan Way Dadi menuju kampus UIN Raden Intan Lampung.

Dimana menurut Kabag Ops Polres Lampung Timur massa Way Dadi ini datang ketempat Menko Maritim akan memberikan kuliah umum. (jef/hkw)