. . .

Warga Tanggamus Tenggelam lantaran Diduga Terserang Masuk Angin Duduk

image_print
EVAKUASI JASAD SUGITO: Tim penyelamat gabungan saat hendak menaikkan jasad Sugito di Dermaga Kotaagung, Jumat (31/8) siang. (Foto: HUMAS BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Seperti itulah yang dialami Sugito (45) bin Juri. Warga asal Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus itu, meninggal dunia lantaran tercebur ke laut saat berada di perairan Karang Kuku, Teluk Semaka.

Bukan tanpa sebab, Sugito tercebur. Dari pemeriksaan pihak berwenang diperkuat dengan keterangan para anak buah kapal (ABK) bagan ikan Agung Jaya, sebelum tercebur Sugito terserang masuk angin duduk. Kala itu, dia terakhir terlihat sedang berdiri di atas bagan.

Humas Basarnas Lampung Deni melalui pesan WhatsApp pada translampung.com membenarkan peristiwa itu. Lokasi terceburnya Sugito, diperkirakan berjarak 10 mil dari Dermaga Kotaagung. Saat dikonfirmasi, Deni menjelaskan, tim penyelamat gabungan berbagai unsur sudah berhasil mengevakuasi jasad Sugito.

“Sekitar pukul 11.40 WIB tadi, jasad korban sudah dievakuasi. Unsur yang terlibat, antara lain dari Pos SAR Tanggamus (6 orang), Pos AL Kotaagung (2 orang), Polisi Air Kotaagung (2 orang), Polsek Kotaagung (2 orang), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus (2 orang), Koramil Kotaagung (1 orang), beserta warga nelayan dan kerabat korban,” ujar Deni.

Terceburnya Sugito sendiri, kata dia, terjadi sekitar pukul 01.30 WIB Jumat (31/8). Pos SAR Tanggamus baru menerima laporan korban tenggelam pukul 10.35 WIB tadi. Setelah dilakukan koordinasi antarinstansi terkait, akhirnya tim gabungan meluncur ke lokasi yang berada pada koordinat 05° 35′ 30″ S – 104° 36′ 15″ E.

Tim gabungan penyelamat berangkat pukul 10.50 WIB. Waktu tempuh menuju lokasi adalah 30 menit. Pukul 11.40 WIB, jasad korban sudah tiba di Dermaga Kotaagung,” tulis Deni.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanggamus Adi Nugroho menyebutkan, setelah tiba di dermaga, jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Tanggamus untuk diautopsi.

Dokter jaga RSUD Batin Mangunang, dr. Wawan menerangkan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka pada jasad korban. Diduga korban tercebur lantaran mendadak terkena serangan masuk angin duduk yang tanda-tandanya menyerupai serangan jantung. (ayp)