Warga Sesalkan pembangunan Tak sesuai Harapan

0
384
views

Dermaga Wisata yang berada di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan nyaris roboh dan terbengkalai.

LAPORAN: JOHANSYAH/RAJABASA

Dermaga Wisata nyaris Roboh dan Terbengkalai

TRANSLAMPUNG.COM-Selain itu, dermaga yang dibangun sejak tahun 2012 tersebut tidak pernah dimanfaatkan oleh warga, atau Pemkab Lamsel sebagai sarana dermaga wisata untuk menuju objek wisata Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.

“Bagaimana masyarakat mau menggunakan dermaga tersebut, kalau bangunannya saja sudah nyaris ambruk. Mas lihat saja sendirikan? kondisinya seperti itu,” ujar Peni salah seorang warga setempat, saat ditemui dilokasi Dermaga Wisata yang sedang memperbaiki jaring ikan milikinya, Senin (27/2).

Sambil mebenahi jaring, Kang Peni sapaan lelaki paruh baya itupun mulai menceritakan kepada wartawan media ini,tentang sejarah rencana pembangunan dermaga wisata tersebut.

Pemkab Lamsel pada saat itu, ingin membangun tempat sarana Dermaga wisata atas usulan masyarakat. Dimana dermaga itu tidak menyatu dengan dermaga umum. Tetapi dermaga ini memang khusus untuk bersandarnya kapal-kapal berpenumpang para wisatawan yang akan berkunjung ke GAK dan pulau-pulau yang ada di Lamsel.

“Setelah sepakat, akhirnya Pemkab Lamsel dalam hal ini Dinas Pariwista membangun Dermaga Wisata yang berda di Desa Banding ini,” tutur dia.

Dalam tahap pengerjaanya, lanjut dia Dinas Pariwisata menyerahkan proyek tersebut kepada pihak rekanan. Sebelum dilakukan Final Hand Over (FHO) dari pihak rekanan ke Pemkab Lamsel, warga melakukan protes karena proyek tersebut tidak sesuai bestek.

“Ya kami (warga-red) sekitar, sempat melakukan protes ponalakan atas bangunan yang tidak sesuai ini. Meski kami tidak mengerti soal bangunan, tetapi kami tau mana itu bangunan yang sesuai dan memiliki mutu yang layak. Dan, hal itu sudah kami sampaikan kepada pihak rekanan agar mengerjakan proyek tidak asal-asalan, tetapi keluhaan tersebut tidak tanggapi. Bahkan mereka berdalih, kami hanya sebatas pekerja dan dananya juga terbatas kalau mau yang bermutu baik,” kata dia.

Sejak saat itu, ditambahkan dia warga sekitar enggan memanfaatkan fasilitas dermaga wisata tersebut. Karena khawatir menuai persoalan dan terjadi musibah akibat bangunan yang tidak baik.

“Sejak dibangun, hingga sekarang bangunan tersebut tidak digunakan dan dibiarkan terbengkalai, baik itu warga atau pemkab lamsel untuk memanfaatkan dermaga tersebut. Padahal jika berfungsi, tentu dermaga wisata ini menjadi salah satu pendongkrak perekomian warga,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Banding Juheruddin, membenarkan bahwa bangunan dermaga wisata yang berada diwilayahnya sudah rusak dan terbengkalai tidak dimanfaatkan.

“Dermaga Wisata ini, tadinya akan dijadikan tempat berlabuhnya kapal para wisatawan. Tetapi karena terjadi persoalan, makanya bangunan tersebut tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan,” kata dia.

Oleh karena itu, ditambahkan dia pada saat Musrenbang Kecamatan kemarin telah kami usulkan untuk pembangunan Dermaga Wisata yang baru.

“Untuk rencana pembangunannya, akan dipindahkan atau digeser dari tempat yang lama. Sebab, dermaga ditempat yang lama lokasinya tidak cocok disitu terdapat banyak bebatuan karang dan obak yang cukup tinggi kapal sulit untuk sandar,” ujar dia.

Mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi masyarakat dapat direspon oleh Pemkab lamsel. Sebab, dengan adanya dermaga wisata ini, masyarakat dapat bejualan untuk membantu perekomian keluarga selain sebagai nelayan.

Ditemui secara terpisah mantan pegawai bidang keuangan Dinas Pariwisata, yang tidak ingin dituliskan namanya mengatakan, bahwa proyek Dermaga Wisata tersebut tidak dibayar oleh Pemkab Lamsel kepada pihak rekanan. Sebab, pada proyek itu tidak sesuai dengan bestek dan RAP dalam pengerjaanya. Kemudian, sempat terjadi penolakan bangunan tersebut.

“Dari pada kami cairkan danya dan resiko kami semua yang masuk penjara, lebih baik proyek tersebut digagalkan. Meski, bangunan Dermaganya sudah selesai dibagun oleh pihak rekanan. Apa boleh buat mas, dan itu menjadi resiko rekanan,” ucap dia.

Untuk nilai anggaran pembangunan proyek Dermaga Wisata tersebut, dijelaskanya berjumlah Rp400.000,000 bersumber dari APBD Lamsel.

“Nilai 400 juta itu, untuk dibangunkan Dermaga dan 1 unit Kantor. Karena Dermaganya yang bermasalah, kami tidak bayarkan. Cuman yang dibayarkan untuk bangunan kantornya saja. Ya kalau dibilang rugi, ya rugilah mas orang pemborongnya. Tapi ya mau gimanalagi sudah resiko yang mesti ia tanggung,” pungkas dia, yang mewanti untuk tidak dituliskan namanya.(jhn)