. . .

Warga “Serbu” 560 LPG Melon Harga Murah

image_print

Foto: AYP

ANTRE DEMI LPG: Warga Kotaagung antre demi mendapatkan LPG 3 kg dengan harga Rp16.600, dalam OP PLG 3 Kg yang dilaksanakan Pemkab Tanggamus bekerjsa sama dengan PT Pertamina. 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Sesuai dengan yang dijadwalkan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus bekerja sama dengan PT Pertamina, melaksanakan Operasi Pasar Liquefied Petroleum Gas (OP LPG) 3 Kilogram di Lapangan Merdeka Kecamatan Kotaagung, Senin (10/9) lalu. Tak pelak, 560 tabung melon LPG yang disediakan, ludes “diserbu” warga.

Antuasiasme warga kian menggelora, lantaran harga LPG 3 kg itu dibanderol jauh di bawah harga pasaran yang saat ini bisa mencapai Rp27.000. Pada OP LPG itu, cukup dengan Rp16.600 saja, warga sudah bisa mendapatkan satu tabung LPG 3 kg. Itulah sebabnya, tak perlu menunggu lama, operasi pasar yang menyediakan 560 tabung dalam waktu sekejap ludes dibeli warga.

Kasubag Perekonomian Bagian Ekobang Setda Tanggamus Irham Kundo mengatakan, Operasi Pasar LPG 3 Kg untuk menindaklanjuti kelangkaan LPG tabung melon di kalangan masyarakat. Dari hasil pantauan pemerintah kabupaten, harga LPG 3 kg di kios atau warung, mencapai Rp25.000 hingga Rp27.000/tabung. Belum lagi diperparah dengan kelangkaannya.

“Maka dari itu, Pemkab Tanggamus telah menyurati Pertamina untuk mengadakan operasi pasar di beberapa titik. Launching OP LPG 3 Kg ini di Kecamatan Wonosobo. Dan di Lapangan Kotaagung ini, sudah pelaksanaan yang kedua. Rencananya OL LPG 3 Kg ini akan dilaksanakan hingga sepekan ke depan di lokasi yang berpindah-pindah,” ujar Irham, mewakili Kabag Ekobang Suyanto.

Setelah di wilayah Kecamatan Wonosobo dan Kotaagung, kata dia, lokasi OP LPG berikutnya adalah di wilayah Kecamatan Pugung dan Semaka pada Rabu (12/9). OP LPG Pemkab Tanggamus dengan PT Pertamina ini, diharapkan membantu masyarakat dalam mengatasi kelangkaan LPG tabung melon.

Dari pantauan di Lapangan Merdeka Kotaagung, Wiwik (30) seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Pasarmadang, mengungkapkan, dirinya sangat gembira pemerintah menyelenggarakan OP LPG 3 Kg. Sebelumnya, dia mengaku, untuk mendapatkan LPG tabung melon di kios atau warung, harus merogoh kocek Rp25.000.

” Iya seneng banget bang. Apalagi ini harganya sangat terjangkau. Kalau beli di warung mah, bisa sampai Rp25.000. Bahkan pernah nyampe Rp27.000. Itu juga payah dapet (LPG)-nya. Pernah suami saya keliling nyari LPG. Sampai pulang nggak dapat sama sekali bang. Harapannya sih, ya sering-sering aja ada OP begini. Terutama pas LPG langka dan harganya naik terus. Jadi kami nggak kewalahan mengatur uang belanja,” ungkap wanita satu anak itu.

Diberitakan Trans Lampung sebelumnya, sebagai badan usaha milik negara yang membidangi hulu minyak bumi dan gas alam (migas), PT Pertamina akhirnya merespon jeritan warga Kabupaten Tanggamus soal langkanya LPG. Respon yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Tanggamus tersebut, diwujudkan dengan Operasi Pasar (OP) LPG 3 Kilogram.

Teknis OP LPG 3 kg sendiri, dilaksanakan pada 10 titik. Pembukaannya di wikayah Kecamatan Wonosobo. Pelaksanaan kedua, hari Senin (10/9) giliran wilayah Kecamatan Kotaagung. Tepatnya di Lapangan Merdeka Kotaagung. Kemudian secara bergilir mobile ke beberapa kecamatan hingga 17 September mendatang.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Tanggamus, Suyanto mengatakan, OP LPG dilakukan karena situasi/ketersediaan LPG 3 kg yang kian tidak terkendali. Yakni pada segi harga jual dari harga pasaran serta ketersediaan barang yang sangat sulit didapatkan.

Adapun 10 titik OP LPG, jelas Suyanto, dilaksanakan di Kecamatan Kotaagung, Kotaagung Timur, Kotaagung Barat, Talangpadang, Pugung, Wonosobo, Semaka, Pematangsawa, Gunungalip, dan Gisting. Sasaran utama OP LPG adalah membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

“Sepuluh titik tersebut memang sesuai usulan kami. Sebab di daerah itulah terjadi kelangkaan (LPG) dan harga jual yang melambung tinggi. Setiap satu titik dijatah 560 tabung LPG 3 kg. Dan sebagai penutup OP digelar di Kantor Kecamatan Kotaagung Timur pada 17 September mendatang,” terang Suyanto.

Untuk harga, kata dia, tetap mengacu dari harga eceran tertinggi (HET). Setiap kecamatan, berbeda HET-nya. HET yang rendah adalah di Kecamatan Pugung, Gunungalip, Talangpadang, dan Gisting yaitu Rp16.500. Sementara yang tertinggi di Kecamatan Pematangsawa dengan HET Rp17.700.

“OP LPG ini dilakukan secara maraton, mulai dari Senin sampai Senin berikutnya. Kecuali hari Selasa yang merupakan libur nasional. Dan jika masih ada wilayah yang kurang, camat bisa berkirim surat ke Pak Bupati lalu mengajukan usulan ke Pertamina,” tutur Suyanto.

Ia juga menyadari, pada pelaksanaan OP LPG pasti ada saja oknum pengecer nakal yang membeli banyak untuk kemudian dijual kembali. Untuk pengawasan di lapangan, teknisnya diserahkan ke camat dan kepala pekon/lurah.

“Sebagai pemimpin wilayah, pasti camat, kakon/lurah akan lebih memahami situasi di lokasi OP LPG. Pengamanan juga berkoordinasi dengan aparat Polri/TNI agar tidak ada oknum pengecer LPG yang mencoba meraup keuntungan dari OP ini,” tandas Suyanto. (ayp/hkw)