. . .

Warga Pesawaran Resah Adanya Buah Anggur Diduga Mengandung Formalin

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN -Warga Pesawaran di buat resah dengan adanya keberadaan para penjual anggur yang menjajakan buah tersebut di sepanjang jalan Ahmad Yani, tepatnya di Desa Wiyono hingga Desa Kebagusan Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran.

Keresahan warga ini utarakan oleh Jailani  yang mengaku tinggal di Wiyono Kecamatan Gedongtataan Kabupaten setempat, lantaran beredarnya informasi tentang adanya dugaan buah Anggur yang mengandung formalin.

“Saya dapat informasi bahwa ada zat yang berbahaya yang di temukan oleh pihak Pemerintah Pringsewu saat melakukan uji adanya buah anggur yang di jual para pedagang, nah ini ada pedangang yang menjual buah-buah anggur ini jangan- jangan ini juga mengandung zat formalin ,” kata Jailani, Selasa (16/10 2018).

Jailani mengatakan bahwa dirinya berharap pihak dinas terkait segera melakukan pengecekan dan uji lab terhadap buah anggur yang di jual oleh para pedagang ini, dikhawatirkan buah anggur yang di jual para pedagang ini sama yang ada di Kabupaten Pringsewu yang mengandung zat yang berbahaya.

Sementara itu pihak Polres Pesawaran langsung bersikap responsif terjun kelokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap para penjual anggur yang ada di jalan tersebut.

Menurut Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi bahwa dirinya langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengecekan terhadap para pedagang buah anggur yang berjualan di sepanjang jalan tersebut .

“Ya, pihak Polres telah melakukan pemeriksaan dan mendata para penjual buah anggur yang diberjual sepanjang jalan itu. Kita akan mengecek terlebih dulu, buah anggur tersebut dengan melalui uji lab ,”ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa dirinya meminta kepada para pedagang tersebut untuk tidak berjualan dipinggir jalan.

“Kita minta para pedagang itu untuk berjualan di pasar atau ditempat yang memadai, sebab jika berjualan dipinggir jalan sangat berbahaya dan juga bisa mengganggu arus lalu lintas,” tegasnya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pesawaran Yun Yono mengatakan bahwa dirinya juga telah mengintruksikan kepada jajaran untuk terjun kelokasi bersama pihak Polres Pesawaran untuk melakukan pendataan para penjual buah anggur tersebut serta mengambil sempel untuk dilakukan Uji Laboratorium di Badan Pom Provinsi Lampung.

“Ya, kita sudah mengambil contoh buah anggur itu untuk dilakukan uji Lab dan kita saat ini masih menggu hasil dari uji yang di lakukan pihak Badan Pom Provinsi lampung jadi kita belum bisa pastikan apakah buah anggur yang di jual para pedagang ini mengandung zat berbahaya,”ucapnya.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari salah satu penjual buah anggur, Putra warga Provinsi Aceh menyatakan bahwa dirinya berdagang tidak sendirian melainkan berkelompok.

“Kami kalau berdagang memang berkelompok dan kami semuanya berasal dari Aceh, seperti di Pesawaran ini ada 15 lapak yang kita buka,” jelasnya.

Putra menerangkan bahwa, dirinya bersama dengan rekan-rekannya selalu berjualan berpindah-pindah dari tempat ketempat yang lain untuk berjualan buah anggur -anggur ini.

“Kami kalau berjualan memang berpindah-pindah, dari Aceh hingga ke Lampung, paling lama kami berdagang di Padang, dan kami memang selalu berkelompok, untuk di Lampung ini kami tinggal ada yang di hotel dan ada juga yang dirumah sewa,” terangnya.

Putra juga mengakui bahwa, terkait adanya temuan dugaan anggur berformalin di Kabupaten Pringsewu merupakan bagian dari kelompok mereka.

“Yang kemarin kena sidak memang kelompok kami, tapi  itu ada surat dari ketahanan pangan Kabupaten Pringsewu kalau ada zat seperti formalinnya tapi masih dibawah standar seperti buah-buahan lainnya, bahkan hari ini kita sudah minta dengan BPOM untuk mengeluarkan surat layak konsumsi terkait buah yang kami jual,” pungkasnya. (*/ydn)