Warga Pertanyakan Kasus Bantuan Rehab Rumah di Waykanan

Mirisnya, selain memotong dana   RSRTLH hingga 35 % dan membagi bagi lagi sisanya pada warga yang kurang berhak, Yon Mega Putra diduga juga menilap dana batuan untuk 1 kelompok lainnya, karena tidak disampaikan kepada masyarakat bila penerima bantuan sebenarnya adalah 5 kelompok, bukan 4 kelompok seperti yang diketahui masyarakat hal itu sesuai keterangan yang disampaikan oleh Dinas Sosnakertrans.

“Kabupaten Way Kanan, memang menjadi salah satu penerima program RSRTLH ( Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak huni ) dari kemensos tahun 2015, dimana ketentuan penerimanya berdasarkan  Data PPLS tahun 2011 lalu, dan awalnya memang hanya mendapatkan 40 Kepala Keluarga yang telah ditetapkan oleh Kemensos penerimanya, akan tetapi karena ternyata dananya masih tersisa, ahrinya Way Kanan kembali mendapatkan jatah 10 kepala Keluarga, sehingga Kampung Banjar Agung kecamatan baradatu bukan mendapatkan 40 Jatah RSRTLH , akan tetapi 50 Keluarga,” ujar Kadissosnakertrans Way Kanan Hi Bahkril SH, MM didampingi oleh Kasi Sosial Akhamd Syafari, Sag pada 27 Janurai lalu.

Pernyataan Syafari dibenarkan oleh Sekretaris Sosnakertrans Way Kanan Junaidi, SE., MM., menurutnya, pihaknya juga telah mendengar  kekisruhan di Kampung Banjar Agung, dan telah melakukan pemanggilan terhadap penjabat kepala Kampung dan beberapa orang yang menerima, akan tetapi belum ditemukan kejanggalanl karena memang dana RSRTLH itu langsung dikirim ke rekening masing- masing  penerima.

“Kami tegaskan sekali lagi, dana RSRTLH itu, sepeserpun tidak boleh dipotong, apalagi hingga 35 %. dan sangat miris kalau yang anda terangkan itu benar dimana sisa dari 35 % itu dibagi bagi lagi menjadi 2-3 orang penerima,” tegas Junaidi. (Yhs)

Pages: 1 2 3 4
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.