Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Warga Pekon Sukoharjo Keluhkan Irigas Tidak Teraliri Air -
Warga Pekon Sukoharjo Keluhkan Irigas Tidak Teraliri Air

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIR BARAT – Petani sawah Pekon Sukarajo, Kecamatan Way Krui,  Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengeluhkan pembangunan irigasi tidak sesuai harapan masyarakat setempat. Pasalnya menurut salah satu petani sawah, Bustomi mengatakan semenjak dibangun aliran irigasi sawah belum pernah mengalir hingga saat ini.

“Seharusnya dengan dibangunnya irigasi tersebut bisa membantu petani sawah mendapatkan air, sehingga persawahan bisa dijadikan sawah dan bukan dijadikan lapangan kosong dan bahkan lapangan bola,” ujarnya kepada Trans Lampung, Rabu (30/5).

Masih menurut Bustomi, kendati ada irigasi alternatif akan tetapi hanya sebatas alternative, mengingat irigasi tersebut tidak sama sekali mengalirkan air alias tidak sampai ke Atar Putus,  Pekon sukarajo.

“Ya mau di gimanakan lagi, irigasi alternatif tersebut yang memakai airnya dua pekon yakni pekon gunung kemala dan pekon sukarajo. Tentu air tersebut tidak sampai ke Atar Putus. Ini mengingat curah air dari pusatnya memang kecil. Dan secara otomatis tidak sampai sehingga kondisi sawah kami amat kekeringan dan gagal panen,” terangnya.

Bustomi, juga berharap kepada pemerintah kabupaten Pesibar khususnya dinas terkait agar kiranya bisa membangun irigasi persawahan sekaligus dengan airnya dan bukan hanya menambah tunggul di sawah.

“Kalau dibangun irigasi mesti ada bukti  air yang sampai ke persawahan dan bukan hanya mengambil untung semata saja, akan tetapi mesti memperhatikan pembangunannya karna kami sangat menggantungkan diri dari bertani sawah dan inilah buktinya kita semua bisa melihat mengalir atau tidaknya irigasi tersebut,” tandasnya.

Terpisah, pelaksana pemborong, Dedi menyangkal bahwasanya irigasi yang dibabangun olehnya tidak pernah mengalir dari awal hingga saat ini.

“Saya berani faet bahwasanya pembangunan irigasi tersebut pernah mengalir dan semuanya ada dokumentasinya. Mengingat semua sudah direncanakan dan bahkan mengunakan alat pengukur tedeloid sehingga semua itu pasti mengalir, meskipun saat ini memang tidak mengalir lagi,” ujarnya via telpon.

Dijelaskannya, adapun penyebab tidak mengalirnya irigasi  yang berada di pekon sukarajo tersebut dikarnakan tertutup oleh sampah. Selain tertutup oleh sampah juga get palep nya sudah tidak berpungsi lagi seperti biasanya.

“Pelaksanaan pengerjaannya sudah selesai dan sudah serah terima semua kepada yang bersangkutan,” elaknya.

Selain itu terlihat amat jelas proyek tersebut terindikasi permasalahan hal tersebut bisa dilihat dari konsultan perencannan yang tidak jelas,  Cv pemenang tender tidak jelas, dan bajek proyek tersebut.

“Ya kalau ditanya seperti itu saya tidak tahu, mengingat saya hanya pemborong plaksana saja dan bukan pemborong pemenang tander,” pungkasnya mengahiri telpon. (r7/hkw)

News Reporter