. . .

Warga Panaragan Harapkan Pemekaran Suku Sukamaju, Saibun: Jalan Syarat Utama.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Warga Tiyuh panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah ‎Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, harapkan proses pemekaran Tiyuh (Desa) setempat segera terealisasi upaya perluasan wilayah demi pembangunan secara merata.

‎Hal tersebut setelah dilakukan pembentukan panitia pemekaran ‎pada (8/8/2018) pukul 14:00 Wib, oleh masyarakat untuk proses penetapan ‎suku sukamaju ditingkatkan sebagai Tiyuh Sukamaju. Selain Kepala Tiyuh Zaibun muin, juga hadir Camat diwakili Kasi Pemerintahan Samsul hadi, Danramil diwakili serta sejumlah masyarakat Tiyuh setempat.

‎Menurut Kepala Tiyuh Panaragan Zaibun muin mengatakan. Sebagai Kepala Tiyuh dirinya mengapresiasi kepada tim formatur yang telah berinisiatif untuk menjadikan suku sukamaju sebagai Tiyuh. Tentunya inisiatif tersebut adalah bagian untuk kemajuan secara merata dan bedasarkan peraturan yang berlaku.

”  Mohon kiranya kepada kasi pemerintahan kecamatan TBT dapat menjelaskan langkah apa yang harus ditempuh kedepannya supaya suku sukamaju dapat dibentuk sebagai tiyuh. S‎alah satu syarat untuk membentuk suatu tiyuh adalah mempunyai jalan alternatif, dalam hal ini saya sudah berupaya untuk membukakan jalan alternatif disini namun karena terdapat salah satu warga yang tidak menyetujui disebabkan tanah yang akan dijadikan jalan alternatif melawati lahan miliknya.” Kata Zaibun dalam sambutanya saat dikutip Translampung.com.

‎‎Menanggapi itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan setempat Syamsul hadi menyebutkan, pihaknya mengapresiasi kepada masyarakat yang telah mempunyai gagasan untuk menjadikan suku sukamaju sebagai tiyuh. Tentunya harus memenuhi beragam syarat utama.

‎” Adapun ‎syarat usia tiyuh paling sedikit 5 tahun, untuk jumlah masyarakat yang ada paling sedikit 4.000 jiwa atau 800 KK, wilayah kerja harus mempunyai akses jalan, memiliki potensi SDA dan SDM pendukung,  memiliki batas wilayah, dan tersedianya dana operasional tetap bagi perangkat tiyuh.” Katanya. (Dirman)