Warga Minta Pembangunan Fly Over Dilanjutkan

0
362
views

TRANSLAMPUNG.COM, KEDATON- Sejumlah warga Kota Bandarlampung meminta pembangunan jalan layang di Jalan ZA Pagar Alam tetap dilanjutkan, guna mengurangi kemacetan yang ada di wilayah itu.

“Saya berharap pembangunan jalan layang tetap berlanjut, karena Bandarlampung saat ini membutuhkan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin hari makin parah,” kata Rifki warga Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, Rabu.

Dia mengatakan, Jalan ZA Pagar Alam saat ini memang membutuhkan solusi untuk mengatasi kemacetan, sebab volume kendaraanya sangat tinggi.

Terlebih adanya Mall Boemi Kedaton (MBK), rutinitas masyarakat yang ingin masuk ke lokasi itu sangat tinggi.

“Pada hari libur volume kendaraan yang ke arah MBK sangat tinggi, sehingga timbul kemacetan,” kata dia.

Hal senada disampaikan, Joko warga Kecamatan Kemiling mengata jalan layang yang tengah dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung ini merupakan solusi untuk mengurangi kemacetan.

“Jika diberhentikan pembangunannya apakah ada solusi lain, karena di lokasi yang akan dibangun itu memang sangat padat kendaraan,” kata dia.

Ia mengatakan, pembangunan harus terus dilanjutkan jangan sampai berhenti, karena ibukota Provinsi Lampung ini perlu fasilitas umum yang lebih banyak.

Selain itu, yang membuat macet kendaraan yang mengarah ke Jalan Sultan Agung disebabkan oleh adanya kereta, seharusnya dilokasi itu dibangun “underpass” atau atau fasilitas lain untuk mengurai kemacetan.

“Jika ada kereta yang lewat dipastikan akan macet, karena pintu masuk MBK di lokasi itu dan juga kendaraan ke arah Way Halim,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Herman HN menyatakan pembangunan jalan layang di Jalan ZA Pagar Alam akan tetap dilanjutkan, sebab itu solusi untuk mangatasi mengurangi kemacetan yang ada di wilayah tersebut.

“Pembangunan jalan layang akan terus dilaksanakan karena ini untuk mengurangi kemacetant,” kata dia.

Dia mengatakan, pembangunan akan terus berjalan sesuai dengan prosedur, apa lagi sudah ada surat terbaru untuk melanjutkannya.

“Di lokasi itu berhenti pembangunannya karena mesin sedang rusak, bukan karena ada masalah ini,” kata dia.

Pembangunan ini pun karena untuk mengurangi kemacetan yang ada di wilayah ini, sebab apa yang dilakukan pemkot adalah solusi.

Ia melanjutkan, bahwa pembangunan jalan layang ini suatu kebutuhan untuk Kota Bandarlampung, karena volume kendaraanya terus meningkat tapi ruas jalan belum bertambah. (jef)