Warga Minta Cik Elly Tunjukkan Sertifikat

0
298
views

translampung.com – Ratusan warga RT 04 dan 05/Lk. I, Jalan Cipto, Wayhandak, Kelurahan Sumurbatu, Telukbetung Utara (TbU), rencsnanya akan mendatangi lokasi penutupan lahan lapangan yang tepat berada di belakang kantor Lurah Sumur Batu, hari ini (11/4).

Tujuan kedatangan mereka untuk menunggu kehadiran Wali Kota Bandarlampung Herman HN beserta DPRD Kota guna meninjau lokasi lahan yang digunakan sebagai tempat serbaguna bagi warga kecamatan TbU itu.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Sabnu Alie mengatakan Jumat (8/4) lalu pihaknya telah melayangkan surat permohonan kepada wali kota yang berisi alasan penolakan penutupan lahan tersebut. surat yang ditandatangani oleh 26 Ketua RT se-TbU itu meminta Wali Kota agar segera memberhentikan pembangunan itu.
“kami dengar besok pak wali dan anggota DPRD mau paripurna. Kami harap setelah mereka rampung, bisa ke sini untuk meninjau lokasi lahan itu,” akunya, kemarin (10/4).

Dia menerangkan lahan tersebut memiliki peran vital bagi warga lantaran sering digunakan sebagai tempat upacara, gelaran pameran, tempat olahraga dan sebagainya. Sebagian warga pun sangsi atas status kepemlikan lahan itu yang diklaim milik seorang berdarah Tionghoa yang bernama Cik Elly.

Sebab, pihak Cik Elly tidak mampu menunjukkan bukti sertifikasi hak milik lahan yang telah digunakan warga berpuluh-puluh tahun itu. penutupan lahan tersebut juga sudah sempatb direncanakan sejak tahun 1990-an dan 2000-an yang digagalkan oleh warga dan wali kota saat itu.

“tahun 90an dulu mau ditutup tapi kami buang semua materialnya kahirnya gagal. Terus tahun 2000an kembali mau ditutup tapi gagal karena isntruksi pak wali saat itu nggak boleh suruh jadi fasilitas umum. Lah sekarang dimulai lagi,” jelasnya.

Pembangunan sebelumnya sambung dia, pihak Cik Elly tak mampu menunjukkan bukti berupa sertifikat dari BPN saat diprotes warga dan inilah yang membuat warga sangsi. Apalagi saat adanya proses pengukuran lahan yang katanya dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bandarlampung didampingi Kapolsek TbU Kamis (8/4) siang. Warga yang menanyakan hal itu ke lokasi, pihak BPN dan polsek TbU hanya menunjukkan bukti surat tugas dari Cik Elly. “mereka nggak nunjukkin sertifkasi lahan itu. langsung ngukur-ngukur aja didampingi pak kapolsek. Malah pak kapolsek ini ngancam bakal memproses warga yang menghalangi bangunan itu,” terangnya.

Lurah Sumurbatu, Rita Suryani pun membenarkan hal ini. dia menambahkan Kamis lalu saat tengah dalam proses pengukuran lahan, dirinya mendatanagi petugas di lapangan dan meminta kegiatan dipending. Namun, kegiataan pengkuran lahan itu dilanjtkan atas dasar Kapolsek TbU. “kami ada surat perintah dari pemilik lahan. Jaid mintalah ke warga ini jangan mengahalangi. Kalau sampai ada menghalangi akan kami proses,” begitu katanya sambil menirukan bahasa Kapolsek TbU.

Lantaran pembangunan lahan itu terus berlanjut, dirinya meminta agar Wali kota dan DPRD segera ambil sikap untuk menghentikan pembangunan itu. Menanggapi kasus ini, wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan pihaknya akan merespon keluhan warga. dia menyatakan siap menelusuri persoalan ini. “lahan apa yang ditutup? Kalau untuk kepentingan rakyat nggak bisa sembarangan. Kan kita kerja untuk rakyat. Kita telusuri permasalahannya,” akunya, kemarin. (jefri)

LEAVE A REPLY