Warga Lampung Utara Tertahan di RSUAM

0
70
views

Belum Mampu Bayar Biaya Persalinan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Sebab belum mampu membayar biaya persalinan, Indarti (39) warga Kelurahan Gapura, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara belum diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit.

Itu karena biaya selama berada di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung itu baginya sangat besar, sehingga Indarti dan keluarga tidak sanggup melunasinya.

Semula, wanita tersebut tidak berniat melahirkan di RSUAM. Bermula pada Jumat (3/11) lalu, Indarti menjenguk kakak perempuannya yang hendak melahirkan di Bandarlampung.

“Saya sedang berada di rumah keluarga (kakak perempuan) di Bandarlampung, yang akan melahirkan di salah satu Rumah Sakit swasta,” ujarnya kepada awak media di Ruang Delima Kelas I C, RSUAM Bandarlampung, Kamis (9/11)

Namun pada saat bersamaan, Indarti yang juga sedang hamil mengalami kontraksi persalinan.

“Saya dan keluarga langsung menuju RSUAM, karena kami perkirakan biayanya lebih murah dan bisa menggunakan fasilitas BPJS yang baru kami buat,” tuturnya.

Setibanya di RSUAM, manajemen Rumah Sakit itu menjelaskan bahwa kartu BPJS yang dibawanya belum aktif, karena baru dibuat dan baru bisa digunakan tujuh hari ke depan.

“Manajemen rumah sakit pun menawarkan untuk menggunakan layanan umum. Kami pun mengiyakan tawaran tersebut. Kami pikir biaya di rumah sakit yang dikelola pemerintah Provinsi Lampung ini lebih terjangkau, dari Rumah Sakit swasta,” kata Indarti.

Namun saat hendak pulang dan ingin melakukan pembayaran biayanya, mereka terkejut.

“Saya sangat kaget. Biaya melahirkan tiga hari sudah mencapai Rp 4juta. Saya minta rinciannya, tapi pihak Rumah Sakit tidak mau memberikannya, dengan alasan harus lunas dulu baru keluar rinciannya,” terang Indarti

Karena tidak mampu membayar, Indarti pun urung pulang. Hingga saat ini, kata dia pembayaranya sudah mencapai hampir Rp 10 juta.

“Saya hampir stress dengan beban biaya yang harus dibayar. Yang Rp 4 juta (sebelumnya) saja saya tidak sanggup, apalagi sekarang Rp 10 juta. Ya Allah, rasanya ujian ini berat sekali,” tuturnya lirih.

Indarti berharap pihak RSUAM memperbolehkannya pulang. Sebab jika dia tetap di RSUAM, tidak bisa berpikir untuk mencari solusi. Bahkan, kulit bayinya pun sudah mulai menguning dan air susu ibu (ASI) semakin berkurang lantaran stress.

“Ya, kalau di sini makin lama makin stress, karena lihat biaya semakin membengkak, ditambah lagi jam 14.00 ini sudah masuk biaya hari berikutnya,” terang Indarti.

Sementara, pihak Humas RSUAM, Akhmad Sapri menjelaskan jika pasien Indarti belum selesai secara administrasi mengurus BPJS Kesehatan, karena pasien masuk RSUAM menggunakan fasilitas umum.

“Kalau memang tidak mampu membayar, harus meninggalkan jaminan yang disesuaikan dengan nilai secara administrasi,” jelasnya. (tim/rus)