. . .

Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Karta Raharja, Pasien: Ada Dugaan Pungli.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Sejumlah warga masyarakat Tiyuh (Desa) Karta raharja Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, selain keluhkan‎ minimnya pelayanan Puskesmas setemapat juga ada dugaan pungutan liar (Pungli) Terhadap pasien.

‎Menurut satudiantara warga Tiyuh Karta raharja yang enggan disebutkan namanya L (25) mengatakan. Secara pribadi pun masyarakat dirinya mengeluhkan sistem pelayanan pihak puskes kurang memuaskan. Pasalnya,  ketika pasien datang hendak berobat pihak medis (perawat) sibuk ngobrol antara mereka dan Dokter piket tidak stanby di tempat. Selain itu, ‎tutur sapa pun keramahan dari pihak puskes sangat tidak bersahabat, sebagaimana yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan lainnya  jika ada pasien yang datang langsung disambut dan di tanyakan keluhan pasien tersebut, namun sipat itu tidak dimili‎ki oleh puskesmas karta raharja.‎

” Saat itu saya mendampingi keluarga berobat di puskesmas karta raharja. Anehnya, sistem pembayaran biaya pengobatannya berpariasi terhitung sejak pukul 06 sampai 12: 00 Wib itu biaya pengobatanya setandar sebesar Rp 5000 rupiah, ‎ namun setelah melewati pukul 12:00 Wib mereka minta bayaran lebih dari semula sekitar Rp 25.000 hingga 30.000 rupiah.” Kata L, saat dijumpai Translampung‎.com di kediamannya pada (7/9) pukul 12:30 Wib.

Lanjut dia,‎ merasa curiga atas sistem pembayaran pengobatan yang jauh berbeda, dirinya sempat m‎empertanyakan ha tersebut ke pihak perawat setempat dan ‎pihak perawatpun menjelaskan jika  itu memang sudah peraturan di puskesmas setempat.

‎” Ironisnya, jika saat menjelang sore sekira pukul 12:00 Wib Dokter jaga sudah tidak stanby lagi di tempat, menurut mereka sudah tidak ada lagi pasien yang berobat. ‎Kami minta kepada pemkab Tubaba melalui Dinas Kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan Puskesamas baik dari tutur sapa, keramahan dan penanganan kepada pasien, pastinya meski kami harus bayar mahalpun kami puasa jika pelayanannya baik.” Katanya.

Hal senada di amini Pasien Warga Tiyuh Daya sakti inisial J (‎25) menurutnya, ‎kala itu pada minggu (1/9/2018) dirinya mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan sekujur tangan, pipi  dan pelupuk mata sebelah kanan luka lebam tergerus aspal, berikut bibir atasnya sobek. Yang saat itu dirinya langsung dibawa keluarga ke puskes setempat.‎

” menurut saya pelayanan pihak medis puskes sangat kurang baik dan memuaskan sampai saat melepas jahita dan perban. ‎ Apalagi ketika pembayaran biaya pengobatan itu di minta langsung oleh perawat di tempat tanpa melalui kasir, selama dua kali berobat di situ pertama saat kejadian dan kedua ketika membuka perban dan itu saya bayar untuk pertama berobat Rp 230.000 dan yang kedua saat buka perban RP 110.000.” Jelasnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Essy vovia selaku kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Karta raharja mengklaem adanya dugaan tersebut. ‎Untuk pemberitahuan kepada Pasein pihaknya telah membuat aturan tertulis melalui Banner yang terpajang di depan informasi pelayanan. Dan sebelum dirinya membuat peraturan tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Plt Kepala Dinas kesehatan Tubaba, artinya setiap tindakan yang diberlakukan di Puskesmas setempat telah melalui rapat terlebih dahulu tidak sembarangan.

‎” Soal pasien yang ditolak di puskesmas ini jujur saya tidak terima ‎jika dikatakan sedemikian, sebab‎ kami pihak puskes telah melakukan pelayanan semaksimal mungkin cukup baik. Soal ‎pembayaran pasien umum itu sesuai dengan Retribusi daerah namun jika pasien memiliki kartu BPJS mereka tetap gratis.‎” Imbuhnya (Dirman)