. . .

Warga Keluhkan Luapan Lumpur Tinja dari TPA Bakung

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Warga Jalan Tulung Buyut RT 1 LK II, Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung mengeluhkan adanya luapan air tinja dari Tempat Penampungan Akhir (TPA) Bakung sampai ke pemukimannya.

Salah satu warga, Agustiawan (29), mengatakan meluapnya lumpur tinja ke pemukiman warga terjadi pada Senin (15/10) malam sekira pukul 20.30 Wib.

“Semalam lagi pengajian di rumah warga lainnya, kok kami mencium bau busuk. Kami langsung naik ke atas (TPA Bakung), setelah naik kami lihat lumpur tinjanya sudah meluap dan turun ke badan jalan, kami ikuti sudah penuh di siring kami sampai ke bawah sana,” kata Agus saat ditemui di Lokasi.

Ia dan sembilan warga lainnya langsung mendatangi TPA Bakung meminta pertanggungjawaban. Mereka meminta alat berat menimbun sumber aliran luapan lumpur tinja agar tak semakin banyak turun.

“Ini siang untungnya nggak bau, kalau malam baunya sudah nggak karuan lagi. Ini benar-benar meresahkan,” keluhnya.

Ia dan warga lainnya kini melakukan demo dengan melarang mobil tangki sedot tinja masuk ke TPA Bakung sampai adanya tanggungjawab dari pihak PD Kebersihan Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Pokoknya tinjanya nggak boleh dibuang dulu, sampai ada orang dari PD Kebersihan yang datang ke sini untuk bertanggungjawab,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Nining Rohani (31). Ia merasa sangat terganggu dengan adanya luapan lumpur tinja yang masuk ke pemukiman warga.

“Bau banget ini, masa rumah warga bau kotoran manusia? Buat nggak enak makan. Kalau kami nggak bergerak cepat semalam, mungkin sudah mengalir kemana-mana. Sampai sekarang nggak ada tanggapan dari pemerintah,” ujarnya

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, tak bisa berbuat banyak meladeni protes warga.

Pasalnya, Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di TPA Bakung bukan tanggungjawab mereka.

Kepala UPT TPA Bakung, Setiawan Batin, membenarkan jika semalam sekira 10 warga mendatangi kantornya lantaran lumpur tinja sudah meluap hingga ke bawah.

“Jadi lumpur tinja itu mengalir dua sisi kanan dan kiri, warga yang tinggal di bawah terkena imbas luapannya. Kami tidak bisa berbuat banyak karena itu masuk tupoksi PD Kebersihan, kami hanya mengurus sampah,” kata Setiawan saat ditemui di lokasi, Selasa (16/10).

Ia menjelaskan, penyebab meluapnya lumpur tinja tersebut akibat mobil sedot tinja dari pihak swasta membuang lumpur tidak pada tempatnya.

“Pihak swasta ini membuangnya pada bagian anaerob (kolam pengolahan limbah), padahal seharusnya dibuang ke kolam SSC (solid separation chamber/kolam pemisahan lumpur). Tak bisa dipungkiri semua kondisi kolam sudah penuh, makanya meluap,” jelasnya.

Setiawan menuturkan, kolam IPLT Bakung sejak awal hanya berkapasitas 14 meter kubik. Sedangkan lumpur tinja yang dibawa setiap harinya sudah over kapasitas.

“Mobil yang datang itu 23 rit atau membawa sekitar 68 meter kubik setiap harinya,” katanya.

Sementara Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Pemkot Bandarlampung, Zainul Bahri, tidak merespon panggilan teleponnya meski nomor teleponnya dalam keadaan aktif. (jef/hkw)