Warga Kedaung Permasalahkan TBG, Komisi I DPRD Kota Bandarlampung Gelar Hearing

0
156
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Terkait adanya laporan masyarakat Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling kota Bandarlampung yang mempermasalahkan keberedaan Tower Bersama Grup (TBG). Pihak Komisi 1 DPRD Kota Bandarlampung mengadakan Hearing dengan perwakilan TBG beserta pihak terkait, Rabu (13/9/2017).

Dalam Hearing yang dilaksanakan dipimpin oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandarlampung Nu’man Abdi bahwa masyarakat Kedaung memprotes adanya TBG di sekitar JL M.Ali Gg Satelindo Lingkungan 1 RT 01 Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Permai Kota Bandarlampung.

“Memang keberadaan TBG itu sudah lama di wilayah kami, tapi kami sangat menyayangkan kepada pihak TBG, karena selama ini pihak TBG tidak pernah mau merespon keluhan kami , “kata Aris DP selaku perwakilan dari masyarakat Kelurahan Kedaung dalam Hearing tersebut.

Hal senada diungkapkan oleh perwakilan warga lainya, bahwa keberadaan TBG di wilayah mereka ini tidak ada manfaat bagi masyarakat sekitar,  karena mengganggu ketenangan masyarakat.

“Selain trauma karena takut robonya Tower ketika angin kencang datang, suara bising dari Genset yang dihidupkan tatkala mati lampu sangat mengganggu ketenangan masyarakat sekitar TBG.  serta kurangnya perhatin pengelola tower terhadap warga sekitar. Jadi kami sangat keberatan adanya tower itu, karena kami anggap tidak ada manfaatnya bagi kami ,”Ucapnya.

Camat Kemiling, Thomas Americo mengaku akan melakukan pertemuan antara masyarakat setempat dengan pihak TBG,  guna mencarikan solusi terbaik antara kedua belah pihak.

“Besok (Kamis),  kita akan adakah pertemuan di kantor kelurahan kedaung,  kita akan mendengarkan permintaan masyarakat maunya Gimana,  begitu juga sebaliknya, ” jelas Thomas, kemarin.

Berdasarkan keluhan masyarakat,  rata-rata mereka mengeluhkan suara bising yang dikeluarkan mesin genset dari tower tersebut.  Selain itu,  masyarakat takut adanya petir yang menyambar sampai dengan robohnya tower.

Sementara, Muchlas Bastari anggota DPRD kota Komisi I memberikan deadline kepada pihak kecamatan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita liat dulu,  bisa nggak selesai dengan rembuk di Kecamatan,  kalaupun nggak ada solusinya,  tidak menutup kemungkinan izin tower akan kita rekomendasikan untuk dicabut dan tinjau ulang,  karena izin itu keluar 17 tahun yang lalu, “jelas Muchlas.

Terpisah,  Muhtadi A Temenggung selaku Kabid Perizinan pada Dinas Perizinan dan Pelayanan  Satu Atap Kota Bandarlampung mengaku,  perizinan TBG lengkap,  karena perizinan keluar 17 tahun lalu.

“Kalau izinnya lengkap,  IMB sudah ada 17 tahun lalu, tapi mungkin saat izin keluar belum ada warga yang bermukim di sekitar tower,  dan sekarang kemungkinan sudah dipenuhin warga, “ujar dia.

Dia menambahkan,  pihaknya akan menunggu hasil pertemuan antara warga dengan pihak TBG,  “Tidak menutup kemungkinan adanya peninjauan ulang izin tower TBG,  tergantung pertemuan dengan warga,”tutur dia. (jef)