. . .

Warga Kampung Pasar Griya Dapat Bantuan Hukum

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung pendampingan hukum warga Kampung Pasar Griya, Sukarame, Bandarlampung melaporkan aksi arogan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bandarlampung, ke Polda Lampung.

Sekertaris LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, pihaknya akan melaporkan sikap arogan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bandarlampung, ke Polda Lampung, yang melakukan kekerasan terhadap warga Pasar Griya Sukarame dan beberapa aktivis mahasiswa saat penggusuran lahan Kampung Pasar Griya Sukarame.

“Kami sudah laporkan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Sat Pol PP Kota, terhadap warga Pasar Griya dan mahasiswa yang mengalami luka-luka,” ujarnya, Minggu, (29/7).

Chandra mengungkapkan, bahwa saat ini, pihaknya masih melengkapi laporan para korban dan saksi-saksi.”Kalau sejauh ini laporan masih kami lengkapi, karena dari penyidik Polda meminta kami untuk melengkapi laporan dan kami sudah melengkapi dua saksi untuk yang korban kekerasan yang dilakukan oknum Sat Pol PP,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya belum mengetahui, apakah oknum anggota Sat Pol PP yang dilaporkan laporkan tersebut sudah dipanggil Polda atau belum.

“Tapi yang jelas penyidik biasanya meminta pelapor untuk melengkapi laporannya baru selanjutnya terlapor akan dipanggil,” kata dia

Sementara itu, Chandra pun mengaku, saat ini sudah ada 21 pengacara yang akan membantu melakukan pendampingan hukum terhadap warga Pasar Griya.

“Sudah ada 21 pengacara yang mendaftar ke LBH untuk membantu warga menjadi korban kekerasan oknum anggota Sat Pol PP, kemungkinan akan bertambah lagi bantuan pengacara ini. Upaya yang sudah dilakukan 21 pengacara yaitu baru melakukan pendampingan,” tutupnya. (ndi/ang/tnn)