Warga dan PT UJA Bersitegang di Areal Umbul Tulung Sepelet.

0
388
views

translampung.com – Saling tuding tidak memiliki legalitas hukum antara warga Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Malai, serta Tiyuh Gedungratu Kecamatan Tuba Udik dengan pihak perusahaan PT. Umas Jaya Agrotama (UJA) di areal Umbulan Tulung Sepelet berujung nyaris bentrok.

Beruntung warga mengalah, meski pihak perusahaan tetap melejer (membajak menggunakan traktor) lahan yang diklaim kedua belah pihak sebagai miliknya tersebut. Hal itu lantaran perusahaan mengerahkan sekitar 50-an Satpam dan anggota Brimob ke lokasi.

Hingga Kamis (14/4) sore, pihak perusahaan belum dapat menunjukkan surat keabsahan atau legalitas lahan bedasarkan hukum secara jelas. Meski demikian, perusahaan tetap melejer lahan tersebut.

Bahkan masyarakat mensinyalir bahwa PT. UJA divisi Gunungkatun belum mengantongi izin Hak Guna Usaha (HGU) atau perizinan lainnya dari Pemerintah Kabupaten Tuba Barat.

Menurut Sujarno, selaku kuasa bicara dari warga dari Tiyuh Gedungratu, dan Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Malai, sejauh ini pihak perusahaan belum dapat menunjukkan legalitas hukum secara jelas dengan masyarakat.

LEAVE A REPLY