. . .

Warga dan PT.ALS Temui 4 Poin Kesepakatan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Setelah sempat mengalami rapat tertunda selama sepekan, akhirnya PT. Andesit Lumbung Sejahtera (ALS) dan masyarakat yang dimediasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan melahirkan empat kesepakatan.

Hal tersebut terungkap, saat rapat lanjutan antara PT.ALS dan masyarakat Desa Bandar Dalam, Kecamatan Ketibung yang berlangsung diruang Asisten Ekobang setdakab lamsel, Senin (5/2).

Dijelaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Mulyadi mengatakan rapat yang digelar ini merupakan tindak lanjut pada rapat sebelumnya pada tanggal 24 Januari lalu. Dimana dalam rapat ini telah menetapkan 4 poin kesepakatan antara PT.ALS dan warga sekitar yang segera dilaksanakan.

“Pertama pihak PT. ALS segera melakukan perbaikan rumah warga di Dusun Caij yang mengalami kerusakan dimulai pada Kamis (8/2) mendatang. Kedua, pihak PT.ALS segera melakukan pendata ulang terhadap rumah warga yang belum terdata segera dimasukan data untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Mulyadi poin kesepakatan yang ke tiga pihak PT.ALS jika terdapat rumah warga yang sudah terdata, tetapi masih ada yang mengalami atau tidak masuk data perbaikan maka PT.ALS melakukan penambahan data terhadap rumah warga tersebut. Dan, yang terakhir PT.ALS  tetap menjalin komunikasi yang baik antar masyarakat, aparat desa dan Pemkab Lamsel.

“Alhamdulillah, dari aspirasi yang disampaikan oleh warga dengan PT.ALS dalam rapat tadi, semua sudah diakomudir dan disepakati untuk segera dilaksanakan oleh pihak PT.ALS,” kata dia.

Kemudian dari hasil rapat ini, ditambahkan dia nanti tim Pemkab Lamsel tetap akan memonitor dan memantau secara langsung dari kesepakat tersebut apakah sudah dilaksanakan atau belum.

“Tujuannya tidak lain, agar masyarakat dan PT.ALS sama-sama menjaga kenyamanan. Disatu sisi masyarakat dapat nyaman dengan ada perusahan diwilayah mereka, disatu sisi pihak PT.ALS tetap beroperasi sesuai prosedur yang telah ditetapkan tidak menggangu ketertiban warga sekitar,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan  Translampung ,Berdasarkan Surat Perintah (SP) Nomor 053/0356/IV.17/2018 akhirnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara resmi menutup tambang Batu PT. Andesit Lumbung Sejahtera (ALS) yang ada di Desa Bandardalam, Kecamatan Sidomulyo.

Dilakukan penutupan PT.ALS  tersebut dikarenakan aktitivitas daya ledakan untuk menambang batu didaerah tersebut telah menimbulkan dampak merugikan masyarakat sekitar.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sedakab Lamsel, Mulyadi Saleh mengukapkan bahwa PT.ALS ini dalam menjalan aktifitasnya sudah beberapa kali dikeluhkan warga sekitar.

“Sebelum dilakukan penutupan, kami bersama Satker terkait telah beberapa kali menggelar rapat bersama pihak PT.ALS terkait keluhan warga. Namun, karena tetap saja tidak diindahkan dengan terpaksa kami lakukan penutupan dan menghentikan segela aktifitas sementara,” kata Mulyadi saat ditemui diruangnya, Jumat (26/1) kemarin.

Kendati demikian, ditambahkan dia jika PT.ALS ini sudah ada kometmen baik dengan masyarakat dan Pemkab Lamsel untuk mentaati segala kesepakatan dan perjanjian yang dibuat,  maka silahkan saja PT. ALS beroperasi kembali.

“Kita tidak bisa serta merta bertidak diluar jalur. Jika PT.ALS dan masyarakat sama-sama berkometmen untuk mentaati kesepakatan yang dibuat. Maka, kami akan mendukungnya dengan tujuan kemanana dan kesjahteran masyarakat di Lamsel,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, dalam siaran Pers melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengatakan aktifitas penambangan batu oleh PT. Andesit Lumbung Sejahtera telah merugikan masyrakat dan menimbulkan kerusakan rumah warga sekitar.

“Kami menghentikan sementara aktifitas penambangan PT. ALS karena beberapa rumah warga rusak akibat mereka menggunakan ledakan dalam menambang batu. Oleh karena itu, kami meminta komitmen perusahaan tersebut agar dapat mengatasi keluhan masyarakat yang ditimbulkan,” tegasnya.

Ia berharap, untuk semua perusahaan yg ada disekitar Wilayah Kabupaten Lampung Selatan dalam aktivitasnya, untuk memperhatikan dampak lingkungan dan dampak sosialnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kepada perusahaan yg ada disekitar Kabupaten Lampung Selatan dalam aktivitasnya untuk memerhatikan dampak lingkungan dan dampak sosialnya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, insya allah ini pelajaran untuk kita semua,” pungkasnya. (jhn/hkw)