Warga Ajukan Petisi Tolak Kereta Api Masuk Bandarlampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Sejumlah masyarakat yang tinggal di pinggir rel, dan sering terjebak kemacetan akibat kereta babaranjang yang melintas di pintu perlintasaan kereta api, berencana menggagas petisi penolakan kereta api babaranjang dan masuk wilyah Bandarlampung, dan menolak penambahan gerbong babarangjang.

Cahyo Prabowo, warga Hanoman, Kedaton, mengatakan, frekuensi kereta api babaranjang yang melintas di Kota Bandarlampung yang setiap tahun terus meningkat tidak memberikan manfaat bahkan menambah masalah kemacetan bagi warga Bandarlampung. Hal ini menjadi alasan warga untuk membuat petisi.

“Petisi ini baru kami gagas, kami akan rapat dahulu koordinasi dengan warga –warga lain, yang sependapat untuk menyamakan persepsi. Kami juga minta dukungan Pemkot, DPRD Bandar Lampung, termasuk anggota DPD, dan DPR RI asal Lampung,” kata Cahyo, Minggu (5/3).

Cahyo menegaskan, beberapa alasan penting petisi menolak kereta babaranjang yakni dampak kemacetan panjang di sejumlah pintu perlintasaan, bisa mencapai puluhan meter, membuat anak sekolah, pekerja kantor terlambat masuk kerja. polusi dan kebisingan yang ditimbulkan saat babaranjang melintas, serta tidak adanya manfaat bagi Bandar Lampung yang diberikan KAI.

“Dampak buruk KA Babaranjang sudah menahun, sangat dirasakan warga Bandar Lampung. Kami menginginkan ada kebijakan relokasi, atau penghilangan jalur babaranjang, solusi yang konkrit dan nyata KAI, ataupun pemerintah serta kemenhub, mengatasi masalah babaranjang ini,” imbuhnya

Senada disampaikan Rangga warga Labuhan Ratu kedaton, yang ikut dalam anggota petisi menolak kereta babaranjang masuk Kota. Dia menyatakan kekesalan warga akibat babaranjang terus berlarut –larut, bahkan tidak ada solusi konkrit.

“Kekesalan warga Bandar Lampung terhadap Kereta babarangjang ini sudah cukup parah, kita saksikan kalau lewat pintu perlintasaan setiap hari ada babaranjang, yang bikin macet puluhan meter, harusny aada solusi, misalnya under pass, atau flyover di pintu perlintasan,” kata dia.

Maulud warga Panjang mengatakan, rencana petisi penolakan babarangjang masuk kota akan segera dirumuskan, karena masing-masing koordinator warga akan mengumpulkan tandatangan warga yang mendukung petisi penolakan ini.

“Kita akan rumuskan dulu petisi penolakan KA Babaranjang masuk kota, dan minta tantatangan dari warga. Penolakan ini juga akan kami posting di medsos, misalnya facebook, dengan nama warga tolak kereta masuk jalur kota,” pungkasnya.

Sementara, Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Franoto Wibowo mengatakan jika warga akan melakukan petisi alasan apa yang dilakukan mereka sehingga melakukan petisi. “Alasan petisi apa, jika memang tentang kekacetan maka bisa solusinya dengan membuat flyover atau underpass, dan itu menurut kewenangan pemerintah yang membuatnya,” kata Franoto.

Selain itu menutur Undang-Undang perkeretaapian, bahwa Kereta Api menjadi prioritas yang harus diutamakan diperlintasan Sebidang, baru yang lainnya. “Dalam perundang-undangan ada aturan yang menyarakan kereta api menjadi peioritas utama baru yang lainnya,” pungkasnya.(jef)

News Reporter