. . .

Walikota Metro, Klarifikasi Surat Edaran tentang Pawai Takbir Akbar Keliling

image_print

METRO – Walikota Metro menjawab pertanyaan awak media terkait surat edaran yang sempat menuai pro kontra di kalangan masyarakat Kota Metro beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara usai meninjau masjid yang menggelar takbiran, Kamis (14/6/2018) Hi. Achmad Pairin mempersilahkan masyarakat untuk menggelar takbiran dengan tertib.

“Pada kesempatan yang mulia ini izinkan saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri. Edaran itu sebetulnya, melihat situasi kami ini kan hanya berpandang kepada masalah-masalah yang mungkin kemungkinan akan bisa menimbulkan masalah pada kecelakaan. Tapi kami kan juga mengizinkan untuk takbiran. Harapan kami takbiran itu tidak keliling secara masal di jalan raya seperti ini, kami takut terjadi kecelakaan dan sebagainya,” kata Pairin di Posyan Mudik, di Jalan AH. Nasution.

Menurut Pairin, masyarakat dipersilahkan menggelar takbiran tidak di jalan utama. “Kalau takbiran di dalam dalam gak masalah. Yang di jalan raya ini yang saya takutkan kalau terjadi kecelakaan, itu aja. Kita mau lebaran, malah kecelakaan dan lain sebagainya,” kata Pairin.

“Bukan berarti saya melarang untuk bertakbiran. Jelas kami mengajak untuk bertakbiran. Kami juga mengunjungi lima masjid yang menggelar takbiran,” kata Pairin.

Adapun isi surat edaran Walikota Metro No. 450/551/02/2018 tanggal 8 Juni 2018 itu adalah sebagai berikut:

1.Dilarang melaksanakan pawai takbir akbar keliling dalam bentuk apapun, guna menghindari tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

2.Berdasarkan poin 1 di atas, agar kegiatan-kegiatan takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 1439 H/ 2018 M dilaksanakan di tempat kerja atau di Masjid / Musholla masing-masing.

3.Para Camat dan Lurah dihimbau untuk mengintruksikan kepada Pengurus Masjid / Musholla serta masyarakat di wilayah kerjanya untuk tidak melaksanakan kegiatan pawai takbir keliling di lingkungannya maupun di tempat lain. (suf)