Walikota Beri Dinsos Perhatian Lebih

0
2336
views

APBD-P 2017

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017, Walikota Bandarlampung Herman HN akan memberikan perhatian lebih pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandarlampung, terutama dalam menangani masalah gelandangan dan pengemis.

“Dalam APBD-P, Pemerintah Kota Bandarlampung akan memberikan perhatian lebih pada Dinsos, terutama terkait penanganan gelandangan dan pengemis,” ujar Herman, saat menjawab pandangan fraksi-fraksi dalam paripurna pembahasan APBD-P, di Aula DPRD Kota Bandarlampung, Selasa (12/9).

Pada hari itu juga, Satun Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandarlampung tengah melakukan razia terkait penertiban anak jalanan (Anjal), dan menjaring sembilan anjal yang didapat dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Tapis Berseri.

Berdasarkan pernyataan Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kota Bandarlampung, Jan Roma, razia tersebut bertujuan untuk menekan jumlah anjal yang syarat dengan penggunaan Narkotika.

“Razia ini instruksi langsung dari pak kasat. Hal ini kita lakukan guna menekan jumlah anjal yang syarat dengan penggunaan obat-obatan terlarang. Untuk razia hari ini ada 9 orang yang terjaring dari berbagai kecamatan yang ada di Bandarlampung,” ujar Roma saat ditemui di ruang kerjanya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kabid Tibum tersebut, 9 orang yang terjaring razia merupakan warga dengan kemampuan ekonomi rendah.

“Rata-rata mereka menjadi anjal karena kemampuan ekonominya rendah. Dari Kecamatan Rajabasa kita dapat tujuh orang, Kecamatan Korpri satu orang dan Kecamatan Wayhalim satu orang,” kata dia.

Roma mengatakan, razia tersebut akan tetap dilakukan dalam beberapa hari ke depan, dan bagi para anjal yang sudah dan akan terjaring, akan segera dibawa ke Dinsos Kota Bandarlampung untuk dilakukan pendataan dan diberikan pengarahan.

Fajar (10), salah seorang Anjal yang terjaring razia kemarin, mengaku masalah ekonomi yang menyebabkan ia melakukan aktivitas para kaum marginal tersebut.

“Saya sudah gak sekolah lagi bang, saya ngamen di jalanan tiap hari karena memang enggak ada uang dan harus bantu orangtua di rumah,” tuturnya lirih. (jef/fik)