Walhi Lampung Sayangkan Banner Calon Dipaku di Pohon

0
162
views
pemilihan gubernur Lampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG- Menjelang pemilihan gubernur Lampung tahun mendatang, banyak para calon mulai mempromosikan diri melalui baner yang ada di beberapa jalan yang ada di Kabupaten/Kota. Adapun calon yang sudah memasang yakni Alzier Dianis Thabrani, Arinal Djunaidi , Mustafa.

Kendati demikian, baner-baner calon tersebut di pasang pada pohon yang berada di jalan yang di lalui masyarakat. Meyikapi hal tersebut Wahana Lingkungan (Walhi) Lampung akan mendorong dan mengkampanyekan kepada masyarakat luas agar tidak memilih Calon Kepala Daerah (Calonkada) yang bannernya dipaku di pohon itu.

“Kami akan mengimbau kepada masyarakat agar tak memilih gubernur yang bannernya telah merusak lingkungan,” kata Hendrawan, Direktur Walhi Lampung, Selasa (4/7/2017).

Dijelaskannya, adapun bentuk kampanyenya yaitu akan dibuat event diskusi atau membuat selebaran sosialisasi mengenai pentingnya pemimpin yang menjaga dan peduli lingkungan hidup.

“Ini sedang kami gagas kampanye tersebut,” kata dia.

Seharusnya, kata Hendrawan, pesta demokrasi itu memberikan harapan baru terhadap perbaikan lingkungan. Kalau hari ini faktanya Pilkada justru merusak lingkungan dengan adanya pemasangan banner di pohon, justru pihaknya mempertanyakan para calon kepala daerah yang wajahnya terpasang di pohon.

“Bagaimana komitmennya terhadap lingkungan hidup,”tegasnya.

Hendrawan menerangkan, ketika pohon dipaku pasti merusak kambiumnya. Ketika dipaku ada benda logam masuk maka kambium rusak dan pohon akan rusak, bagian dalamnya akan keropos.

“Ketika kerusakannya sudah dalam tahap kritis maka akan mudah tumbang secara tiba-tiba, artinya ini menjadi ancaman keselamatan manusia juga selain lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu calon dari partai Nasional Demokrat (NasDem) Mustafa merasa tidak ada foto nya di pohon. “Tidak Kita enggak pernah pasang bener dipohon,” ungkapnya.

Menurut Mustafa, baner yang dibpasang kemungkinan dari relawan atau simpatisan. “Mungkin relawan dan simpatisan kalau ada,” tandasnya. (rri)