Waktu Penggunaan Belum Jelas, Pedagang Bingung

Pembangunan Pasar Wayhalim

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung belum bisa memastikan waktu penggunaan kios pedagang di Pasar Way Halim.

Pasalnya, hingga saat ini pedagang masih merasa kebingungan dengan kepastian waktu pengisian kios tersebut.

“Saat rapat koordinasi di Kantor Disdag (Dinas Perdagangan), kami diminta untuk melakukan negosiasi kepada pemegang hak guna bangunan yang lama, sebelum pasar direvitalisasi,” ujar seorang pedagang, Herwanto, kemarin.

Selain itu, pedagang Pasar Way Halim meminta audiensi, terkait kios dan hamparan di lokasi baru.

Itu karena pedagang yang sebelumnya berstatus menyewa dari tangan kedua, dihadapkan dengan pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) yang lama.

“Kami bingung, yang dinegosiasikan seperti apa. Akhirnya, yang ada di lapangan itu ada beberapa oknum yang menegosiasikan, antara pedagang baru dengan pemegang HGB lama,” ungkapnya.

Bahkan, hasil dari negosiasi tersebut para pedagang dimintai sejumlah uang, untuk penyewaan kios Pasar Way Halim

“Untuk kios itu kisaran Rp 30 juta hingga Rp 40 juta dan hamparan Rp 10 juta. Padahal setahu saya dari beberapa media, pasar tersebut milik pemerintah kota dan tidak boleh diperjual belikan,” ujar Herwanto.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Bandarlampung, Badri Tamam mengaku telah menurunkan tim dalam hal pengawasan Pasar Way Halim.

“Saya sudah memerintahkan Asisten II dan I untuk berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, agar sesegara mungkin memberikan kios kepada pedagang untuk berjualan,” katanya.

Soal pembangunan pasar yang baru mencapai 95 persen, Badri membenarkan jika beberapa tempat belum diselesaikan karena cuaca yang kurang mendukung.

“Ada beberapa saja, tinggal sedikit lagi karena hujan terus. Alhasil, ada bagian yang belum kering, juga penambahan pengecatan. Itu butuh sinar matahari. Kalau hujan susah kering,” terangnya.

Sesuai Undang-Undang, lanjut Badri, sudah ditetapkan diberi waktu 50 hari yang digunakan sebagai masa pemeliharaan.

“Tinggal finisihing saja, semua clear,” ujar dia. (jef/rus)

News Reporter