. . .

Waka I DPRD Tubaba Akan Kawal Kasus Pemalsuan Dokumen Taspen Dipolisi.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Sanksi penurunan pangkat terhadap dua oknum terduga pelaku penipuan pemalsuan pengajuan pinjaman dana Taspen oleh Inspektorat Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, dianggap Tergesa-gesa.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tubaba Yantoni, melalui pesan tertulisnya kepada translampung.com pada (10/5/2019) pukul 20.18 Wib.

Ditegaskan Yantoni, kasus penipuan pemalsuan dokumen tersebut adalah pelanggaran hukum pidana tidak bisa sebatas sanksi berat saja, pelakunya harus dipecat dengan tidak hormat. Bahkan Inspektorat wajib memberikan direkomendasikan ke penegak hukum agar pidananya juga dijalanin.

“ Kami akan kawal permasalahan ini, karena sangat memalukan. DPRD berharap jangan tergesa-gesa inspektorat menjatuhkan sanksi. Seharusnya, rekomendasikan dulu ke penegak hukum agar ada kepastian pidananya. Setelah itu, baru Pemda ambil sikap,  jika terbukti pidanya, untuk apa lagi mereka dipertahankan menjadi ASN.” Kata Yantoni.

Lanjut dia, pihaknya akan mengawal kasus tersebut di kepolisian, sebab tidak sepatutnya Pemkab Tubaba melindungi ASN yang berprilaku bejat juga menghalalkan segala cara demi tujuannya.

“ Saya akan minta kepolisian Polres Tulang Bawang (TUBA) dapat menyelidiki kasus ini, bahkan menjatuhi hukuman sesuai pelanggaran pidana yang mereka lakukan.” Tegasnya.

Diberitakan sebelumnya. Diungkapkan Kepala Inspektur Drs.Bustam Efendi. pihaknya telah menjatuhkan sanksi berat bagi dua ASN oknum guru tersebut yakni, penurunan pangkat 1 tingkat kepada keduanya. Saat ini guru dan kepala sekolah tersebut berpangkat 4B karena itu keduanya diturunkan menjadi 4A. Menurutnya, penurunan pangkat tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan pihaknya selama ini.

“Sanksi itu berdasarkan keterangan pihak bank dan korban serta Kepala SDN 1 Panaragan Jaya.” Kata Bustam disampaikan oleh Irban I Ali Kaspar.

Lanjut dia, Sanksi tersebut diusulkan setelah dipertimbangkan secara matang dengan merujuk kesalahan dan tindakan yang dilakukan oleh keduanya. Bahkan berkas pengajuan terkait dengan sanksi tersebut telah disampaikan ke Bupati Tulangbawang Barat untuk segera ditandatangani.

“Jika itu telah selesai, maka kita akan menjatuhkan sanksi tersebut sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku.” Imbuhnya.

Terkait dengan penyidikan oleh aparat kepolisian pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polisi upaya dapat menegakkan keadilan dengan dasar fakta yang ada. Yang mana, kedua pelaku telah sengaja memalsukan dokumen pencairan dana pensiun milik korban Sri Wilujeng yang masih aktif selaku guru SDN I Panaragan Jaya, Tulangbawang Tengah, Tubaba. (Dirman).

 

error: Content is protected !!