. . .

Waka I DPRD Minta Bongkar Pembangunan Drainase Dana Pinjaman, PUPR Jangan Tutup Mata.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Wakil ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, Yantoni. Meminta pembangunan Drainase pendamping peningkatan jalan dari dana hutang terhadap SMI, arah Kelurahan Mulya Asri menuju Tiyuh (Desa) Candra Kencana dibongkar ulang.

Hal itu setelah dilakukan tiga kali peneguran terhadap pekerja di lokasi, terkait pengerjaan pembangunan drainase tersebut diduga asal jadi pengerjaanya.

Menurut Yantoni, DPRD akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh pembangunan di Tubaba khususnya proyek yang menggunakan dana pinjaman Pemkab terhadap PT. Sarana  Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 130 miliar, untuk pembangunan Pasar Pulung Kencana Rp 79,5 miliar, Pembangunan jalan Mulya Asri arah Pasar Tempel Rp 19,2 miliar, Pembangunan jalan kagungan Ratu arah simpang Karta Rp 17,7 miliar, dan pembangunan jalan simpang Panaragan arah Kagungan Ratu Rp 12,2 miliar.

“ Saya sudah tiga kali ini melakukan peneguran kepada pekerja Drainase pendamping pembangunan jalan dari Mulya Asri menuju Candra Kencana, namun tetap tidak digubris mereka. Ironisnya, saat saya tanyakan material yang mereka gunakan itu memakai adukan, pasir 6 gerobak angkong dan semen 1 sak. Bagaimana tidak mudah hancur.” Kata Yantoni saat menghubungi translampung Via telepon pada (13/2/2019) pukul 08:13 Wib.

Untuk itu pihaknya  meminta rekanan pembangunan drainase tersebut dapat dibongkar ulang. Sebab spesifikasi material yang mereka gunakan sudah jelas menyalahi aturan kesepakatan kontrak dalam Rancangan Anggaran belanja (RAB) yang telah ditetapkan.

“ Dinas PUPR jangan tutup mata, mereka harus tegas, ini uang rakyat jangan semau-mau mereka memberikan pemberiaran terhadap seluruh rekanan. Selama ini tidak ada pembangunan yang mampu bertahan lama, bahkan sedang dikerjakan saja sudah hancur, seperti drainase saat ini, ada apa..?.” Imbuhnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan pihak Dinas PUPR dan Rekanan pembangunan tersebut belum dapat dikonfirmasi. (Dirman).

 

error: Content is protected !!