Waduh, Aset Pemkot di Kampung Pasar Ruwet Ada Yang Jual

0
337
views

translampung.com – Wali Kota Herman HN berjanji akan menindak tegas oknum yang sengaja memalsukan dokumen kepemilikan tanah di Jalan RE Martadinata, Kampung Pasar Ruwet, Way Tataan, Telukbetung Timur. Pasalnya, tanah yang merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung itu dijual dengan nama pribadi oleh oknum tak bertanggungjawab.

Terbongkarnya kasus penjualan aset pemkot ini bermula dari polemik penutupan akses jalan di Pasar Ruwet tersebut pada tahun 2011 yang dilakukan Heriyanto, yang mengklaim telah membeli tanah tersebut dari Herman Tjik Din. “Padahal pada tahun 1997 lalu, tanah seluas 2.670 meter ini telah dihibahkan PT. Bina Bumi Segara kepada pemkot. Tapi pada tahun 2011, Herman Tjik Din menjual tanah ini padahal dia tidak ada dalam hak waris tanah. Karena tidak punya bukti kuat, mereka buatlah sporadik itu yang tidak ada dasar hukumnya,” jelas Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Zainul Bahri, Selasa (5/4).

Dirinya menerangkan, setelah membeli tanah tersebut Heriyanto pun menutup akses jalan tersebut dengan membangun tembok. Warga yang tak terima pun berang dan melaporkan ini kepada Wali Kota Herman HN. “Akhirnya kan Pak Wali Kota minta itu dirobohkan saja. Dan saat ini sedang diusut tuntas kasusnya,” tandasnya.

Sementara, Wali Kota Herman HN yang langsung datang ke lokasi sengketa memutuskan agar beberapa nama yang membuat keterangan palsu segera dilaporkan ke pihak berwajib. Termasuk Lurah Way Tataan, Tukijo, yang turut menandatangi sporadik. “Kalau hari ini (kemarin, red) langsung lapor ke polisi bisa atau nggak? Laporkan semuanya yang sudah memberikan keterangan palsu ini,” perintah Herman kepada Asisten I Bidang Pemerintahan, Dedi Amarullah, yang langsung menjawab bahwa surat keterangan sporadik harus terlebih dahulu dibatalkan oleh lurah terkait. (jefri)

LEAVE A REPLY