Wabup Edward Serahkan 300 Bingkisan Ramadhan dan CSR kepada Masjid, Pondok Pesantren dan Rumah Ibadah Hindu dari PT. BNI (Persero) Tbc

TRANSLAMPUNG.COM, BARADATU -Wabup Edward Serahkan 300 Bingkisan Ramadhan dan CSR kepada Masjid, Pondok Pesantren dan Rumah Ibadah Hindu dari PT. BNI (Persero) Tbc, di kantor BNI kecamatan┬áBaradatu, Jum’at (24/5/2019).

Dalam sambutannya Wakil BUpati Edward Antony mengatakan, atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dirinya menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi atas pemberian bingkisan Ramadhan kepada masyarakat dan pemberian CSR kepada Masjid, Pondok Pesantren dan Rumah Adat Hindu.
Kegiatan BNI tersebut tentu ikut membantu Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.

“Kita maklumi bersama masyarakat akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Bulan Ramadhan, biasanya harga kebutuhan pokok cenderung naik yang diakibatkan oleh tingginya permintaan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan sejumlah perusahaan juga berusaha meringankan beban masyarakat dengan cara menggelar Pasar Murah (bazaar) di Kecamatan-kecamatan dengan harga relatif murah,” terangnya.

Dijelaskan Wabup, arti penting bagi kalangan dunia usaha untuk memberikan CSR antara lain :
Pertama, perusahaan adalah bagian dari masyarakat, dan oleh karenanya wajar bila perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat. Perusahaan mesti menyadari bahwa mereka beroperasi dalam satu tatanan lingkungan masyarakat. Kegiatan sosial tersebut berfungsi sebagai kompensasi atau upaya timbal balik atas penguasaan sumber daya alam atau sumber daya ekonomi oleh perusahaan yang kadang bersifat ekspansif dan eksploratif, disamping sebagai kompensasi sosial karena timbul ketidaknyamanan (discomfort) pada masyarakat.

Kedua, kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Wajar bila perusahaan dituntut untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, sehingga bisa tercipta harmonisasi hubungan bahkan pendongkrakan citra dan performa perusahaan.

Ketiga, kegiatan CSR merupakan salah satu cara untuk meredam atau bahkan menghindarkan konflik sosial. Potensi konflik itu bisa berasal akibat dari dampak operasional perusahaan atau akibat kesenjangan struktural dan ekonomis yang timbul antara masyarakat dengan komponen perusahaan.

“Saya berharap program CSR dari BNI ini dapat diberikan lagi dimasa mendatang, baik itu bantuan serupa maupun bentuk kepedulian lainnya. Semoga apa yang telah diberikan oleh BNI ini dapat membentuk hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat dan BNI, sekaligus memberikan contoh bagi perusahaan lainnya untuk mewujudkan kepedulian sosial kepada masyarakat,” imbuhnya.(Yudi)