Wabup Edward Buka Diklat Peningkatan Kompetensi 43 Sekretaris Kampung

TRANSLAMPUNG.COM, BUMI AGUNG – Wakil Bupati Way Kanan Edward Anthoni membuka secara langsung Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi 43 Sekretaris Kampung di Empat Kecamatan se-kabupaten Way Kanan, di Balai Kampung Pisang Baru Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan, Senin (09/07).

Empat Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Way Tuba, Bumi Agung, Buay Bahuga dan Kecamatan Bahuga.

Dalam pidatonya Wabup mengatakan, sebagaimana diketahui bahwa dengan lahirnya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, yang lebih populer disebut “undang-undang desa” tentu terjadi perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintanan kampung dan juga berpengaruh pada pola hubungan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah kampung.

Tampak Wabup Edward Anthony sedang memberikan arahan kepada peserta diklat

“Setidaknya terdapat 2 (dua) azas pengaturan pemerintahan yang terkait dengan kewenangan yang diamanatkan oleh Undang-undang desa kepada kampung dan pemerintah kampung yang strategis, yaitu: azas pengaturan pemerintahan yang disebut dengan “azas rekognisi” yang secara sederhana dimaknai sebagai bentuk pengakuan negara terhadap pengaturan pemerintahan kampung yang bersumber dari kewenangan berdasarkan hak asal–usul,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan orang nomor dua di Bumi Ramik Ragom ini, “azas rekognisi” Itu berarti mengakui kewenangan kampung yang sudah ada, jauh sebelum Negara Republik Indonesia ada. Dengan demikian kewenangan yang bersumber dan telah ada di kampung sejak dahulu diakui dan dihargai sebagai unsur utama penggerak pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pemaknaan yang sekarang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia juga populer dengan istilah “desa membangun”.

43 Sekretaris Kampung Tampak serius mengikuti jalannya Diklat Kompetensi

“Sekretaris Kampung selaku koordinator pengelolaan keuangan desa mempunyai tugas menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBKampung, menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan barang Kampung, menyusun Rancangan APBKampung dan Rancangan Perubahan APBKampung, menyusun Raperkam APBKam, perubahan APBKam, dan pertanggungjawaban APBKampung serta melaksanakan tugas-tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh Kepala Kampung.” papar Wabup.

Ditambahkannya, persoalan akan muncul ketika Sekretaris kampung tidak mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya, akibatnya kampung tidak akan maju dan berkembang. Agar Sekretaris kampung dapat bertindak dengan benar sebagai pelaksana pelayanan masyarakat dan administrasi maka perlu ditingkatkan pemahaman manajerialnya dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Maksud dan tujuan dari pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan meningkatkan Kompetensi Sekretaris Kampung ini, untuk menyiapkan Sekretaris Kampung agar memiliki kompetensi yang memadai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sedangkan tujuan kegiatan ini secara umum adalah untuk menambah pengetahuan, meningkatkan ketrampilan dan merubah sikap Sekretaris Kampung dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara kredibel dan akuntabel,” Harapnya. (yudi)

News Reporter